Mustofa Sam: Sang Maestro Oranye di Balik Pelestarian Budaya Kampoeng Dolanan - KIM BAHARI SUKOLILO BARU

Breaking

Post Top Ad

16/02/2026

Mustofa Sam: Sang Maestro Oranye di Balik Pelestarian Budaya Kampoeng Dolanan

 Mustofa Sam: Sang Maestro Oranye di Balik Pelestarian Budaya Kampoeng Dolanan

Cak Mus Kampoeng Dolanan dengan atribut orange nya 


Dalam keriuhan kota metropolitan Surabaya, terselip sebuah gerakan sunyi namun bertenaga yang dipandu oleh sosok pria yang identik dengan atribut berwarna oranye. 


Ia adalah Mustofa Sam, atau yang lebih karib disapa Cak Mus. Di tangan beliau, permainan tradisional yang mulai usang tergerus zaman kembali menemukan panggungnya melalui komunitas Kampoeng Dolanan.


Misi Menyelamatkan Masa Kecil


Ketertarikan Cak Mus pada warna oranye bukan sekadar preferensi estetika, melainkan simbol energi yang tak kunjung padam dalam melawan hegemoni gawai (gadget) pada anak-anak. 


Sejak mendirikan Kampoeng Dolanan pada tahun 2016, Cak Mus telah mendedikasikan hidupnya untuk menanamkan kembali nilai-nilai luhur seperti kerja sama, kejujuran, dan ketangkasan fisik yang terkandung dalam egrang, bakiak, hingga dakon.


Inovasi Program dan Kepedulian Sosial


Jasa Cak Mus tidak berhenti pada sekadar mengajak anak bermain. Melalui program unggulan seperti Marhaban Yaa Dolanan (MYD) yang telah memasuki jilid ketujuh, beliau mengintegrasikan nilai religius, edukasi, dan filantropi. Beliau memahami bahwa pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan sosial. 


Hal ini dibuktikan melalui inisiatif THR Pedagang, sebuah gerakan untuk membantu para perajin dan pedagang mainan konvensional yang kerap terlupakan di era modern.


Oranye sebagai Identitas Perjuangan


Warna oranye yang selalu melekat dalam setiap poster kegiatan dan busana yang dikenakannya telah menjadi branding kuat di masyarakat. Warna tersebut merepresentasikan optimisme yang dibawa Cak Mus: bahwa permainan tradisional bukanlah masa lalu yang harus ditinggalkan, melainkan warisan yang relevan untuk membentuk karakter generasi masa depan.


Melalui konsistensinya sejak 2019 dalam mengawal program Ramadhan, Cak Mus telah berhasil mengubah sudut-sudut kampung di Surabaya menjadi ruang kelas terbuka yang penuh tawa. 


Beliau adalah bukti nyata bahwa dedikasi pada satu bidang yang ditekuni secara tulus mampu memberikan dampak masif bagi ketahanan budaya bangsa.


Penghargaan yang pernah diraih oleh Cak Mus atas kontribusinya di bidang pendidikan karakter dan pelestarian permainan tradisional:


Daftar Penghargaan dan Capaian Mustofa Sam

1. Pemuda Pelopor Kota Surabaya: Pemerintah Kota Surabaya memberikan apresiasi kepada Cak Mus sebagai figur pemuda yang berhasil mempelopori gerakan sosial berbasis komunitas, khususnya dalam menghidupkan kembali kampung wisata edukasi di kawasan Kenjeran.

2. Apresiasi dari Berbagai Lembaga Pendidikan: Kampoeng Dolanan sering kali mendapatkan penghargaan sebagai mitra strategis dari universitas (seperti Universitas Ciputra) dan sekolah dalam pengembangan kurikulum berbasis permainan tradisional untuk pendidikan moral anak.

3. Sosok Inspiratif Media Nasional: Cak Mus berkali-kali profilnya diangkat oleh media besar seperti DetikNews dan Kompas sebagai tokoh penggerak literasi budaya yang gigih melawan dampak negatif digitalisasi pada anak.

4. Pengakuan sebagai Local Hero: Dalam berbagai ajang pameran kebudayaan, Cak Mus sering diundang sebagai narasumber utama untuk membagikan model replikasi "Kampung Dolanan" agar bisa diterapkan di daerah lain di Indonesia.


Penghargaan-penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa warna oranye yang ia kenakan bukan sekadar gaya busana, melainkan simbol prestasi dan ketulusan dalam menjaga identitas bangsa. (Bunda Tri)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages