Persiapan FLS3N Jenjang SD, Dispendik Kota Surabaya Gelar Technical Meeting Cabang Gambar Bercerita
Surabaya – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menggelar Technical Meeting (TM) Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SD tingkat kota di Ruang Bung Tomo, Rabu (15/4). Pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara panitia, juri, dan pembina mengenai teknis pelaksanaan lomba yang dijadwalkan berlangsung serentak pada 4 Mei mendatang di SMPN 12 Ngagel.
Dalam arahannya, perwakilan Dispendik Surabaya menekankan pentingnya menjaga kondisi kesehatan siswa di tengah musim pancaroba agar mereka dapat berkreasi secara maksimal. "Harapan kami, saat pelaksanaan teknis nanti, anak-anak dalam kondisi prima sehingga tidak terganggu oleh masalah kesehatan seperti flu atau batuk saat berkarya," ujarnya.
Fokus pada Kemampuan Narasi Visual
Pada sesi teknis cabang lomba Gambar Bercerita, tim dewan juri yang terdiri dari Banu, Wardoyo, dan Khoirul memaparkan bahwa seleksi tahun ini merujuk sepenuhnya pada panduan teknis dari pusat (Jakarta). Hal ini dilakukan guna mencetak "jago-jago" dari Surabaya yang mampu bersaing hingga tingkat nasional.
Salah satu juri, Pak Wardoyo, menjelaskan bahwa Gambar Bercerita bukanlah lomba menggambar komik yang terbagi dalam beberapa kotak (panel). Peserta diminta membuat satu kesatuan gambar pada kertas ukuran A3 yang mengandung unsur cerita yang kuat sesuai tema.
"Tahun ini, soal yang diujikan adalah: 'Apa yang akan kalian lakukan bila lingkungan di sekitarmu rusak?'. Kami ingin melihat bagaimana anak-anak menanggapi permasalahan lingkungan sehari-hari melalui imajinasi mereka," jelas Wardoyo.
Menekankan Gotong Royong dan Ekspresi Bebas
Lebih lanjut, tim juri memberikan bocoran bahwa poin utama yang dicari adalah kemampuan siswa dalam menceritakan solusi atas kerusakan lingkungan. Alih-alih bekerja sendiri, peserta diharapkan mampu menggambarkan aksi nyata secara kolektif atau gotong royong dengan masyarakat, melibatkan berbagai tokoh dan peralatan yang relevan.
Dari sisi teknis artistik, juri mendorong siswa untuk lebih berani dan ekspresif dalam menggunakan media, seperti pensil warna atau krayon, tanpa harus terpaku pada teknik kaku seperti pembuatan garis tepi (outlining) hitam yang berlebihan.
"Kami mencari karya yang menceritakan banyak hal. Bukan sekadar gambar pemandangan dengan langit merah, tapi gambar yang bercerita tentang aktivitas manusia dalam mengatasi masalah lingkungannya," tambahnya.
Melalui persiapan matang di tingkat kota ini, Surabaya optimistis dapat melahirkan talenta muda yang tidak hanya unggul secara estetika, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi untuk melaju ke tingkat provinsi hingga nasional. (Bunda Tri)

No comments:
Post a Comment