724 TAHUN SURABAYA - KIM BAHARI SUKOLILO BARU

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

31/05/2017

724 TAHUN SURABAYA



724 TAHUN SURABAYA


Surabaya - Kekuatan dan Kekuasaan Dinasti Mongol abad XIII di Wilayah Daratan Asia sangat ditakuti.  Utusan Kaisar Mongol Khubilai Khan untuk memaksa Raja Singasari tunduk, patuh, dan mau kirim upeti mendapat perlakuan yang memalukan ketika menemui Raja Kertanegara. Perlawanan Raja Kertanegara mendapat Respon dari Kaisar Khubilai Khan dengan mengirim Pasukan Modern untuk menghukum Sang Raja.

Sayang sekali ketika datang di Singasari,  Raja Kertanegara telah gugur di medan laga oleh Jayakatwang yang merupakan Keturunan Raja Kertajaya (Raja Kediri Terakhir) yang kalah perang dengan Ken Arok (Raja Singasari ke-1).

Kemenangan kembali Jayakatwang yang merupakan keturunan Raja Kediri tidak diketahui oleh Raja Khubilai Khan, Tatkala utusan Khubilai Khan datang di Ujung Galuh disambut oleh Raden Wijaya (Menantu Kertanegara-Raja Singasari) dan diajak bersekutu untuk membalas dendam, padahal Raja Kertanegara sudah gugur.

Kepiawaian Raden Wijaya untuk memanfaatkan situasi ini menyebabkan gugurnya Jayakatwang, usai menang perang tentara Tar-Tar dijamu Raden Wijaya dan segera diusir dari Bumi Surabaya-Indonesia,  tgl. 31 Mei 1293.

Sejak itu Kerajaan di Indonesia disegani Kerajaan lain di dunia, sehingga tidak ada yang berani Menjajahnya.

Keberhasilan Raden Wijaya dalam mengusir Hegemoni Asing telah menginspirasi kepada kita semua bahwa mengusir Penjajah tidak hanya menggunakan Okol/Kekuatan tapi juga Menggunakan Akal/Strategi. 

Mulai hari ini kita hadapi penjajahan ekonomi, budaya, dan Ideologi menggunakan Strategi yaitu dengan memperkuat Kearifan lokal dan Percaya dengan Produk apapun yang berasal dari Bumi Indonesia. 

Selamat hari jadi kota Surabaya ke 724 tahun 2017( Tri/RSP)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages