Terung , Gurih Kaya Protein - KIM BAHARI SUKOLILO BARU

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

10/08/2017

Terung , Gurih Kaya Protein

Terung , Gurih Kaya Protein



Surabaya - Kota Surabaya memiliki banyak kampung dengan ciri khas yang terbranding dengan baik . Salah satunya kampung olahan hasil laut yang ada  di desa Sukolilo RW 02 kelurahan  Sukolilo baru kecamatan Bulak kota Surabaya , Kamis 10/8/17

Kampung olahan hasil laut yang ada di pesisir pantai kenjeran ini merupakan pemukiman padat penduduk yang didiami lebih dari seribu kepala keluarga dengan dominan profesi nelayan .

Take Surabaya Untuk Indonesia

Salah satu hasil olahan laut yang menjadi andalan warga nelayan sukolilo adalah kerupuk terung , sejenis biota laut yang sangat eksentrik cara mengambilnya dan juga cara pengolahannya.

Asari (50 tahun) nelayan spesialis mengambil terung menyatakan " terung itu unik , tidak semua orang bisa mengolahnya sampai menjadi kerupuk . Kalau tidak hygienis hasilnya akan pahit dan tidak layak kosumsi " ujarnya




Terung yang memiliki bentuk asli bulat seperti bola ini diambil nelayan dengan menggunakan alat khusus dari besi yang diruncingkan lalu ditata rapi ,  dijalin , diikat dengan tali kuat menjadi garet ( sebutan alat pengambil terung )

Garet yang sudah diberi tali panjang akan dilemparkan ke tengah laut yang dirasa tempat tumbuh dan berkembangnya terung / habitat nya terung .

Kemudian garet ditarik dari laut , secara otomatis terung yang memiliki badan lunak menancap di garet dan dilepas untuk diletakkan diatas perahu begitu seterusnya .

Setelah dirasa cukup , hasil tangkapan kemudian dibawah menuju ke daratan untuk selanjutnya dilakukan pengolahan namun sebelumnya terung ditusuk dulu dengan pisau agar kandungan air didalamnya keluar dan terus mengempis menjadi kecil.



Terung yang kempis kemudian diinjak injak untuk menghilangkan lendir dan lumut yang menempel dibadan terung sambil disiram air berkali kali hingga benar - benar bersih dan kesat tidak berlendir.

Terung yang sudah bersih ditiriskan lalu dibelah menjadi dua namun tidak sampai terputus , untuk mengeluarkan isi perut terung  yang terdiri dari usus , telur dan kotoran hingga tak bersisa. Barulah terung dicuci kembali hingga bersih kemudian disimpan dalam bak yang kedap udara hingga keesokan harinya.

Telur terung atau yang biasa disebut kerokan ( karena bentuknya mirip punggung yang habis dikerok )  bisa dimasak sebagai lauk pengganti daging yang kaya protein dengan aneka rasa sesuai selera misalnya rawon , bistik dll



Hari berganti pagi saatnya terung dikeluarkan dari tempatnya untuk dicuci bersih dan dijemur hingga setengah kering untuk kemudian dibalik satu persatu ditata rapi ditempat penjemuran terung hingga kering .

Hari ke tiga , terung yang kering direndam dengan air tawar sehari semalam , untuk membersihkan lendir yang tersisa dan  menghilangkan rasa asin yang masih menempel di badan terung.

Hari ke empat , terung yang audah direndam semalaman di cuci bersih kembali dengan air tawar lalu dijemur hingga setengah kering sambil dibersihkan kotoran yang masih tersisa dan menempel dibadannya agar kualitas terung sempurna kotoran sekecil apapun yang menempel dibadan terung harus dibersihkan dengan cara dikerik menggunakan pisau dapur dan sekali lagi terung dijemur hingga kering kerontang.


Hari kelima , terung yang sudah kering siap digoreng dengan menggunakan pasir khusus yang diambil dari gunung pasir yang ada ditengah laut.

Begitu pula dengan tungku yang digunakan ( tidak boleh pakai kompor karena bisa merusak cita rasa terung )Usai digoreng pasir , terung diangin anginkan hingga layu , baru disimpan dan digoreng minyak sesuai kebutuhan .

" Kalau sudah digreng pasir, terung bisa bertahan satu hingga dua belas bulan sebelum digoreng dengan minyak goreng panas , dan siap disajikan " tutur bapak tiga anak ini ( Bunda Tri )

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages