14/11/2017

triekosulistio wati

Gerakan Bersih Pantai 2017

Gerakan Bersih Pantai 2017


Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengkampanyekan Gerakan Bersih Pantai dan Laut (GBPL). Gerakan yang merupakan bagian dari program Gerakan Cinta Laut (Gita Laut) itu dilakukan untuk menjaga kawasan pesisir pantai dan laut dari pencemaran dan sampah di Pantai Watu-Watu Nambangan Surabaya, Selasa ,14/11/17


Indonesia menempati posisi kedua dalam negara-negara yang perairannya mengalami pencemaran. Di mana, pencemaran didominasi oleh banyaknya sampah yakni mencapai 1,29 juta metrik ton/tahun setelah Cina yang mencapai 3,53 juta metrik ton/tahun. Edukasi masyarakat sangat diperlukan agar tidak lagi membuang sampah di laut dan pantai. Karena, 60 persen masyarakat Indonesia tinggal di pesisir

Ribuan warga Surabaya yang terlibat sebagai peserta bersih-bersih pantai Kenjeran utusan dari semua sekolah di Surabaya, baik negeri maupun swasta, mulai jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas ikut berpartisipasi mengirimkan siswa dan pendamping nya .

Mereka terlihat saling bahu membahu mengangkat sampah plastik yang mengapung di atas permukaan air dan sampah logam yang sudah mengendap di dasar air, mengangkutnya dengan serokan yang biasa digunakan untuk menjaring ikan.


Penampilan yel – yel eco school dari SDN Bulak Rukem I No. 258 Surabaya dan beberapa sekolah yang ditunjuk menambah kemeriahan suasana sebelum acara bersih-bersih pantai di mulai , bahkan Gus Ipul pun ikut tertawa dan bertepuk tangan

“Laut merupakan sumber penghasilan masyarakat Indonesia. Jika lautnya sehat maka ikannya melimpah dan masyarakat ikut sejahtera, Jadi kawasan laut, pesisir, dan pantai wajib dijaga ” kata Gus Ipul , sapaan akrab wakil gubernur Jawa Timur didampingi camat Bulak dan pejabat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil KKP Jawa Timur

Sampah-sampah yang terangkut dari pesisir pantai itu bisa dimanfaatkan dengan cara didaur ulang di antaranya biji plastik, berbagai macam kerajinan tangan seperti hiasan dinding, dan untuk bahan pencampuran aspal dengan plastic, hingga berita ini diturunkan belum ada kabar berapa banyak sampah yang diangkut pada hari ini.

Suprayitno, camat Bulak mengatakan, “Sampah ini belum terkendalikan sepenuhnya karena kultur masyarakatnya terbiasa dengan pola hidup yang lama (membuang sampah sembarangan ke laut), namun pemerintah kota surabaya terus berupaya mengedukasi warga dan juga menyiapkan tempat sampah yang setiap saat diambil oleh petugas kebersihan “ tutur nya ( Bunda Tri )

triekosulistio wati

About triekosulistio wati

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :