MKS PDA Kota Surabaya Perkuat Peran Balai Kesejahteraan Sosial Melalui Aksi Nyata
Surabaya – Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya menggelar pertemuan rutin periodik pada Februari 2025 di Perguruan Muhammadiyah Kapasan. Pertemuan ini mengusung tema mendalam: "Iman Sejati Bukan Hanya di Hati, Tapi Hadir Nyata dalam Tindakan Sosial."
MKS PDA Kota Surabaya, Siti Maslamah, dalam arahannya menekankan bahwa kepedulian sosial merupakan bukti cinta kepada sesama yang harus diwujudkan melalui langkah konkret. Salah satu instrumen utama dalam merealisasikan visi tersebut adalah melalui optimalisasi layanan Balai Kesejahteraan Sosial (Bakesos).
"Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah MKS menjadi bukti kepedulian nyata. Melalui Bakesos, kita hadir untuk merangkul mereka yang selama ini terpinggirkan," ujar Siti Maslamah di hadapan para kader Aisyiyah.
Fokus Pelayanan dan Sasaran Strategis
Bakesos PDA Kota Surabaya memiliki sasaran pelayanan yang spesifik, terutama pada anak-anak di bawah usia 18 tahun dengan berbagai kriteria kerentanan. Hal ini meliputi anak terlantar, anak jalanan, disabilitas, anak yang berhadapan dengan hukum, hingga korban kekerasan dan eksploitasi.
Selain anak-anak, layanan ini juga menyasar perempuan korban kekerasan (KDRT) dan keluarga dengan kategori kemiskinan ekstrem. Siti Maslamah mengungkapkan bahwa tantangan sosial di Surabaya masih sangat tinggi. Ia mencontohkan kasus terkini yang ditangani timnya bersama praktisi sosial, Ibu Titin, mengenai seorang ibu muda yang menjadi korban pernikahan paksa dan penelantaran.
"Kasus seperti ini memerlukan penanganan lintas majelis. Kami bersinergi dengan lembaga lain seperti Pos Pelayanan Bantuan Hukum (Posbakum) untuk advokasi, serta bimbingan keluarga sakinah untuk pemulihan mental," tambahnya.
Langkah Preventif, Kuratif, dan Rehabilitatif
Dalam menjalankan fungsinya, Bakesos PDA Surabaya menerapkan tiga pilar utama:
Preventif: Upaya pencegahan melalui sosialisasi dan penguatan konsep keluarga sakinah di tiap ranting.
Kuratif: Melakukan upaya penyembuhan dan penanganan langsung terhadap individu atau keluarga yang mengalami masalah sosial agar tidak mengalami trauma berkepanjangan.
Rehabilitatif: Pemberian pelayanan pemulihan yang bekerja sama dengan jejaring lembaga penyedia layanan resmi, termasuk rujukan ke panti asuhan bayi Muhammadiyah untuk memastikan masa depan anak-anak korban penelantaran.
MKS PDA Kota Surabaya berkomitmen untuk terus merespons cepat setiap aduan yang masuk melalui proses verifikasi lapangan yang akurat ke tingkat RT/RW. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi bagi masalah sosial di Kota Pahlawan, tetapi juga menjadi ladang amal jariyah bagi seluruh penggerak Aisyiyah.
"Mana yang bisa kita tolong, ayo kita tolong. Semoga ini menjadi 'Kartu Menuju Surga' bagi kita semua," pungkas Siti Maslamah (Bunda Tri)

No comments:
Post a Comment