Kadiknas Surabaya Hadiri Al-Irsyad STEAM Qur’ani Showcase 2026, Ingatkan Orang Tua Waspadai Gawai dan Larang Anak Berkendara Tanpa SIM
Surabaya — Gelaran Al-Irsyad STEAM Qur’ani Project Showcase & Sharing yang berlangsung di Aula Yayasan Perguruan Al-Irsyad (YPAS) Surabaya pada Sabtu (9/5/2026) berlangsung meriah. Acara yang menampilkan kreativitas siswa tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, S.Si., M.M.
Dalam sambutannya di hadapan wali murid jenjang TK, SD, SMP, SMA, dan SMK Al-Irsyad Surabaya, Febrina menekankan pentingnya peran strategis orang tua dalam mengawasi tumbuh kembang anak di era digital. Ia menyoroti penggunaan gawai (gadget) yang jika tidak terkontrol, dapat berdampak negatif pada karakter, kesehatan mental, hingga prestasi akademik siswa.
"Orang tua harus lebih waspada terhadap penggunaan gawai pada anak. Jangan sampai teknologi justru merusak masa depan mereka. Dampingi, batasi, dan arahkan," ujar Febrina dengan tegas.
Selain masalah digital, Kadiknas juga memberikan perhatian khusus pada aspek keselamatan lalu lintas. Ia mengimbau dengan sangat agar para orang tua tidak mengizinkan anak-anak mereka mengendarai sepeda motor sebelum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
"Jangan karena alasan praktis, lalu membiarkan anak berkendara tanpa SIM. Keselamatan adalah prioritas utama. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama antara sekolah dan orang tua," tambahnya.
Kehadiran orang nomor satu di Dinas Pendidikan Kota Surabaya ini menjadi suntikan motivasi bagi seluruh civitas akademika Al-Irsyad Surabaya.
Sekolah berkomitmen untuk terus mengembangkan pendidikan berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) Qur’ani yang unggul dan modern, namun tetap kokoh berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Acara ini ditutup dengan sesi berbagi (sharing) dan peninjauan langsung hasil karya proyek siswa yang memadukan inovasi teknologi dengan pemahaman ayat-ayat suci Al-Qur'an. (Abu SaRach)

No comments:
Post a Comment