Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Regulasi di Sarasehan Jambore Literasi TBM Jatim 2026 - KIM BAHARI SUKOLILO BARU

Breaking

Post Top Ad

15/05/2026

Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Regulasi di Sarasehan Jambore Literasi TBM Jatim 2026

 Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Regulasi di Sarasehan Jambore Literasi TBM Jatim 2026


Kediri – Penguatan budaya baca di tengah masyarakat tidak dapat bertumpu pada satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi kuat dari berbagai sektor. Hal tersebut menjadi benang merah dalam sarasehan Jambore Literasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Jawa Timur 2026 yang digelar di TBM Al-Madinah, Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jumat (15/5/2026).


Forum yang mempertemukan para tokoh pendidikan, budaya, pesantren, hingga legislator tersebut menegaskan bahwa integrasi antara jalur formal dan komunitas berbasis masyarakat merupakan strategi utama dalam mendongkrak indeks literasi.



Kepala Balai Bahasa Jawa Timur, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, bersama Sekretaris Dewan Pendidikan Jawa Timur, Dr. Dwi Astutik, menekankan pentingnya intervensi program yang menyasar langsung akar rumput melalui TBM. Langkah ini dinilai strategis untuk melengkapi kurikulum literasi yang selama ini berjalan di sekolah formal.


Dukungan serupa juga datang dari kalangan pesantren dan parlemen. Penggerak literasi perempuan sekaligus pengasuh Pondok Pesantren DNE Al-Falah Ploso, Ning Eva Munif Djazuli, bersama Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKB, H. Erjik Buntoro, menyatakan komitmennya untuk memperluas akses bahan bacaan di lingkungan religius dan mengawal kebijakan anggaran yang pro-literasi.


Ketua Forum TBM Kota Kediri selaku tuan rumah, Dr. Abdurochman, menyatakan bahwa kehadiran para pemangku kepentingan dalam ajang bertajuk Gelar Literasi dan Kreasi (Galaksi) ini menjadi angin segar bagi para pegiat literasi.


"Kolaborasi yang manis akan melahirkan dan memberikan dampak yang positif serta efektif bagi peningkatan literasi masyarakat," ujar Abdurochman dalam pidatonya.Sebagai ajang jambore literasi pertama di Jawa Timur yang berlangsung pada 15–16 Mei 2026, kegiatan ini diharapkan menjadi cetak biru (blueprint) bagi gerakan literasi daerah lain. 


Ketua Forum TBM Jawa Timur, Jauharul Abidin, optimistis wadah ini mampu melahirkan rekomendasi kebijakan yang konkret untuk diajukan ke pemerintah provinsi.


Abdurochman berharap momentum perdana ini tidak berhenti sebagai seremonial semata, melainkan menjadi agenda rutin tahunan yang skalanya jauh lebih besar.


"Mengingat ini merupakan kegiatan jambore literasi pertama, semoga memberikan manfaat dan keberkahan yang luar biasa, serta ke depan dapat terlaksana lebih sukses lagi," pungkasnya (Bunda Tri)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages