Momentum Kebangkitan Guru Agama, Ketua KKG PAI Jatim Dorong Pendidik Berinovasi dan Bentuk Peradaban
Surabaya – Ketua Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Provinsi Jawa Timur, Moch. Zaini, menegaskan bahwa pergelaran Apel Akbar 2026 bukan sekadar seremoni biasa. Menurutnya, acara ini merupakan momentum kebangkitan, persatuan, dan penguatan semangat pengabdian bagi seluruh guru agama di Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikannya dalam pidato sambutan di hadapan belasan ribu peserta di Gedung Indoor Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Sabtu (16/5). Di atas podium, Moch. Zaini mengaku merasa bangga sekaligus terharu melihat lautan semangat para guru yang hadir dari berbagai daerah.
Dalam laporannya, Moch. Zaini menyampaikan rangkaian sukses kegiatan pra-acara yang telah dilaksanakan sejak April hingga Mei kemarin. Rangkaian agenda tersebut meliputi Olimpiade PAI tingkat Sekolah Dasar (SD) serta ajang Guru Moderat, Inovatif, dan Inspiratif (Modiis).
"Alhamdulillah, kegiatan tersebut berjalan dengan lancar. Sebentar lagi kita akan memberikan apresiasi kepada para pemenang olimpiade serta penganugerahan dari KKG PAI Provinsi Jawa Timur," ujar Moch. Zaini disambut tepuk tangan riuh peserta.
Ia menambahkan, pergelaran akbar ini tidak hanya diikuti oleh guru SD, tetapi juga dihadiri oleh sekitar 100 Guru PAI (GPAI) dari jenjang SMP, SMA, dan SMK dari masing-masing wilayah. Agenda ini turut dihadiri para Kepala Seksi (Kasi) PAIS Kementerian Agama kabupaten/kota, sebagian Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota, serta perwakilan Ketua DPRD Kota Surabaya.
Secara khusus, Moch. Zaini menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada perwakilan Ketua DPRD Kota Surabaya yang telah memfasilitasi negosiasi tempat di GBT, serta Kepala Bidang PAIS Kanwil Kemenag Jatim atas dukungan penuhnya.
Di akhir sambutannya, ia menitipkan pesan mendalam mengenai tantangan teknologi yang semakin cepat. Ia mengajak seluruh guru agama untuk terus belajar, bergerak, dan tidak boleh tertinggal oleh perkembangan zaman.
"Mari kita perkuat solidaritas, tingkatkan profesionalitas, dan kompetensi. Jadilah teladan dalam akhlak serta terus tanamkan nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin. Ingatlah bahwa tugas kita bukan sekedar mengajar, tetapi membentuk peradaban," pungkasnya. (Bunda Tri)

No comments:
Post a Comment