Unik dan Meriah, PRM Sukolilo Gelar Syiar Qurban Terintegrasi Bazar UMKM hingga Kuliner Pesisir
Surabaya – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sukolilo sukses menggelar kegiatan penyembelihan hewan qurban yang unik dan berbeda dari biasanya. Acara yang berpusat di halaman SD Muhammadiyah 9 Bahari Sukolilo ini berhasil memadukan syiar ibadah, pemberdayaan ekonomi warga, panggung seni, hingga wisata kuliner pada Hari Raya Idul Adha 1447 H.
Pada tahun ini, panitia qurban PRM Sukolilo mendapat amanah untuk mengelola total 39 ekor kambing dan 5 ekor sapi. Proses penyembelihan dan pencacahan daging berlangsung tertib dengan melibatkan puluhan relawan dan warga Muhammadiyah setempat sejak pagi hari.
Ada yang berbeda dalam perayaan kali ini. Di sisi lain halaman sekolah, suasana tampak meriah dengan kehadiran deretan stan Bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) milik warga sekitar.
Geliat ekonomi kreatif ini semakin semarak dengan adanya panggung hiburan yang menampilkan pertunjukan musik langsung (live music) dari Hijau Band, yang sukses menghibur para warga dan petugas qurban di lokasi.
Tidak kalah menarik, area Angkringan Matahari menjadi pusat perhatian karena kepulan asap dan aroma masakan yang menggugah selera. Di dapur umum ini, Ibu-ibu Aisyiyah Ranting Sukolilo tampak kompak dan bahu-membahu menyiapkan konsumsi masakan dalam porsi besar.
Menu yang disajikan pun sangat bervariasi; mulai dari hidangan khas Idul Adha seperti gule dan sate, hingga menu inovatif khas pesisir seperti cumi dan bola udang bumbu kuning.
Usai proses pemotongan hewan qurban selesai, seluruh warga yang hadir berkumpul dan guyub bersama menikmati sajian kuliner istimewa tersebut. Momentum makan bersama ini mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarwarga Sukolilo.
Setelah energi pulih, kegiatan langsung dilanjutkan dengan pembagian paket daging qurban secara tertib kepada warga masyarakat yang berhak menerima di sekitar wilayah Sukolilo.
Ketua panitia menyatakan bahwa konsep terintegrasi ini sengaja dibuat agar Hari Raya Qurban tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga menjadi pesta rakyat yang membawa kebahagiaan dan dampak ekonomi nyata bagi lingkungan sekitar. (Bunda Tri)




No comments:
Post a Comment