Gandeng Camat Bulak, TBM Avicenna Berkah Gagas Kampung Bola Udang
Tri Eko Sulistiowati Menyerahkan Proposal Kampung Bola Udang Kampung Literasi Pesisir kepada Ibu Camat Bulak
Surabaya – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Yayasan Avicenna Berkah bergerak cepat dalam memajukan kawasan pesisir Sukolilo Baru. Pengelola TBM, Tri Eko Sulistiowati, menggelar audiensi dengan Camat Bulak, Hudaya, di Ruang Kerja Camat Bulak, Senin (8/6/2026). Pertemuan ini membahas rencana besar mengubah wajah kampung nelayan setempat menjadi "Kampung Bola Udang: Kampung Literasi Pesisir".
Pengembangan ini berfokus pada penguatan ekonomi warga. Selama ini, nelayan setempat langsung menjual hasil laut tangkapan mereka kepada tengkulak. Melalui program baru ini, masyarakat akan diajak mengolah hasil laut tersebut secara mandiri menjadi produk bernilai tambah, salah satunya bola udang.
Audiensi di ruang Ibu Hudaya Camat Bulak
"Kami tidak ingin warga hanya menjual bahan mentah. Harus ada proses pengolahan di dalam kampung oleh masyarakat setempat agar mereka mendapat keuntungan lebih. Tentu ke depan ini juga membutuhkan modal usaha," ujar Tri Eko Sulistiowati atau yang akrab disapa Bunda Tri, Senin (8/6/2026).
Untuk mendukung rencana tersebut, pihak pengelola kini tengah mengajukan bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) kepada Bank Jatim dan PT Pelindo. Bantuan yang diajukan difokuskan untuk pembangunan fisik gapura utama sebagai identitas atau branding kampung.
Bunda Tri menjelaskan bahwa gapura tersebut akan berfungsi sebagai sampul atau pintu masuk penanda kawasan. Sementara itu, isi kegiatan di dalam kampung sudah berjalan berkat dukungan berbagai pihak, termasuk bantuan alat dari jalur akademisi yang menjadi pemantik inovasi warga.
Camat Bulak, Hudaya, menyambut baik dan mendukung penuh gagasan kreatif tersebut. Menurutnya, konsep literasi yang dibawa tidak boleh diartikan sempit hanya sebatas aktivitas membaca buku.
"Literasi itu luas, bukan hanya membaca tulisan. Membaca lingkungan dan situasi sekitar juga bagian dari literasi. Saya berharap cita-cita ini terwujud agar wilayah Bulak makin maju," kata Hudaya.
Kawasan "Kampung Bola Udang: Kampung Literasi Pesisir" ini nantinya akan mengintegrasikan banyak kegiatan. Mulai dari taman bacaan, pusat produksi produk unggulan olahan udang, kegiatan belajar-mengajar, hingga ruang diskusi bagi para nelayan setempat. Nama unik ini dipilih agar kampung memiliki ciri khas yang kuat dan berbeda dari kampung nelayan lain di Indonesia. (*)


No comments:
Post a Comment