Inovasi Layanan Lansia dan Digitalisasi Tabungan Jadi Fokus Utama MKS Aisyiyah Surabaya
Zuhrotul Farida Ketua MKS PDA Surabaya (Paling Kanan)
Surabaya – Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pengurus Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya menyiapkan sejumlah program terobosan baru. Hal ini disampaikan oleh Ketua MKS PDA Kota Surabaya, Zuhrotul Farida, dalam sambutannya pada acara Rapat Periodik di SD Muhammadiyah 9 Bahari Sukolilo, Cabang Bulak.
Dalam kesempatan tersebut, Zuhrotul memaparkan rencana pemanfaatan fasilitas luar panti asuhan guna mengoptimalkan program pembinaan anak-anak dan persiapan layanan lansia berbayar. Lokasi yang dipilih merupakan lahan di bagian belakang panti arah utara yang strategis dan dekat dengan akses jalan raya.
"Kami sengaja menempatkan kegiatan di sana sebagai langkah awal pengenalan tempat. Ke depan, fasilitas ini diharapkan berkembang menjadi layanan lansia berbayar. Melalui pengenalan ini, para pengurus cabang bisa melihat langsung potensinya, bahkan siapa tahu ada yang berminat menitipkan keluarganya di kemudian hari," ujar Zuhrotul Farida di hadapan ratusan peserta rapat.
Program pembinaan intensif ini diproyeksikan berjalan secara bertahap dalam kurun waktu tiga bulan ke depan. Guna menyemarakkan jalannya kegiatan, MKS mengusulkan adanya kolaborasi lintas sektor. Rencananya, kegiatan akan digabung dengan melibatkan Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga (LBSO) serta majelis terkait lainnya agar suasana pembinaan anak-anak menjadi lebih dinamis dan ramai.
Selain fokus pada penataan fasilitas fisik, MKS PDA Surabaya juga melakukan reformasi tata kelola keuangan internal, khususnya pada program tabungan operasional cabang. Sistem administrasi manual kini resmi ditingkatkan demi menjaga akuntabilitas keuangan organisasi.
"Mulai saat ini, teknis keuangan tabungan kita kelola secara profesional menggunakan buku tabungan, bukan lagi kuitansi selembar. Sifatnya murni menabung untuk kegiatan cabang masing-masing, bukan iuran wajib. Jika di akhir periode ada saldo lebih, uang tersebut akan dikembalikan seutuhnya kepada cabang," tegas Zuhrotul.
Langkah digitalisasi dan transparansi ini mendapat respons positif dari para pengurus cabang. Penerapan sistem buku tabungan ini diharapkan dapat meniru keberhasilan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Wonokromo yang dinilai paling tertib dan transparan dalam mengelola nominal tabungan anggotanya. Teknis detail mengenai program kerja dan pengelolaan keuangan ini selanjutnya dipaparkan lebih rinci oleh perwakilan MKS, Elen. (Bunda Tri)

No comments:
Post a Comment