Merajut Sinergi Literasi: Silaturahmi Hangat ke Balai Bahasa Jatim dan Kolaborasi Pemuda untuk Kepri
Suasana FGD yang humanis di kantor Balai Bahasa Jatim
Surabaya - Pintu gerbang Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur hari ini menjadi saksi dari sebuah pertemuan penuh energi positif. Kegiatan yang awalnya diniatkan sebagai agenda silaturahmi biasa, bertransformasi menjadi sebuah ruang diskusi yang produktif dan visioner.
Langkah kaki membawa kami menemui Bapak Amyn Chusen, S.S., yang saat ini mengemban amanah sebagai Koordinator Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Literasi Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur di kantor nya , Kamis 4 Juni 2026
Pertemuan tersebut terasa kian istimewa karena bertepatan dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh sekelompok mahasiswa lintas jurusan dari Universitas Airlangga (Unair).
Para mahasiswa ini tengah mematangkan visi dan rancangan program untuk menggelar sebuah gerakan sosial berupa giat literasi di wilayah Kepulauan Riau (Kepri).
Suasana ruang diskusi mengalir begitu cair namun tetap berbobot. Sebagai sosok yang lama berkecimpung dalam dunia pelindungan dan pemasyarakatan bahasa, Pak Amyn menyambut hangat inisiatif dari para agen perubahan muda tersebut.
Ia memberikan banyak pandangan strategis mengenai bagaimana mengemas gerakan literasi agar tidak hanya menjadi sekadar program seremonial, melainkan mampu menyentuh esensi kebutuhan masyarakat di daerah sasaran.
"Sinergi antara akademisi, praktisi, dan lembaga bahasa seperti ini adalah kunci untuk membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan," ujar Amyn Chusen di sela-sela diskusi kelompok terfokus tersebut.
Mahasiswa Unair secara aktif memaparkan draf program mereka yang dirancang khusus untuk memantik minat baca dan kecintaan terhadap bahasa di Kepri.
Melalui FGD ini, draf rencana tersebut dibedah bersama demi mendapatkan formula terbaik, mulai dari pendekatan budaya lokal hingga metode penyampaian yang adaptif bagi anak-anak di wilayah kepulauan.
Silaturahmi dan FGD yang berlangsung hari ini menegaskan satu hal penting: jarak geografis antara Jawa Timur dan Kepulauan Riau bukanlah penghalang untuk menyebarkan virus kebaikan.
Lewat kolaborasi yang apik bersama Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, langkah pengabdian mahasiswa ke Kepri kini memiliki fondasi dan arah yang jauh lebih matang. Berawal dari ruang diskusi kecil di Surabaya, sebuah nyala lilin literasi siap diterbangkan menuju beranda negeri. (Bunda Tri)


No comments:
Post a Comment