MKS PDA Surabaya Tekankan Pentingnya Keikhlasan dan Panduan Resmi Day Care Lansia demi Capai Husnul Khatimah
Luluk Humaida, (Kerudung Pink )
Surabaya – Ketua Koordinator Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pengurus Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya, Luluk Humaida, mengajak seluruh kader untuk menjalankan amanah organisasi dengan hati yang penuh kegembiraan dan keikhlasan. Hal tersebut ia sampaikan dalam sambutannya pada acara Rapat Periodik PDA Surabaya yang berlangsung di SD Muhammadiyah 9 Bahari Sukolilo, Cabang Bulak, Minggu (14/6/2026).
Luluk mengingatkan bahwa segala aktivitas dakwah sosial di MKS merupakan bentuk investasi jangka panjang yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Menurutnya, usia manusia yang terus bertambah merupakan momentum penting untuk mempersiapkan bekal kepulangan menuju keabadian dengan memperbanyak amal saleh.
"Segala kebaikan yang kita tanam pasti akan kembali kepada diri kita sendiri. Kita yang saat ini berada di usia 40 tahun ke atas harus sadar bahwa perjalanan kita sudah mengarah pada persiapan pulang ke 'Balikpapan' (analogi berpulang ke hadirat Allah). Di fase ini, kekuatan fisik kita mungkin melemah, namun semangat spiritual harus diperkuat agar kita semua bisa mengakhiri perjalanan hidup ini dalam keadaan husnul khatimah," ujar Luluk Humaida di hadapan ratusan pengurus cabang.
Dalam kesempatan tersebut, Luluk menyoroti pentingnya standardisasi program pembinaan lansia di tingkat Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA). Ia menyayangkan masih banyaknya pengurus cabang yang belum mengoptimalkan buku panduan resmi kurikulum lansia yang telah diluncurkan oleh PDA Surabaya. Padahal, buku panduan tersebut memuat arah tujuan, kurikulum ibadah, serta teknis operasional yang jelas untuk diterapkan di cabang masing-masing.
Luluk mendorong agar kegiatan pembinaan keagamaan untuk lansia tidak hanya menjadi agenda formalitas sebulan sekali. Melalui program baca tulis Al-Qur'an dan bimbingan rohani yang konsisten, para lansia diharapkan bisa mengaji setiap hari demi meraih keberkahan hidup yang melimpah.
Menutup arahannya, Luluk Humaida berpesan agar seluruh pengurus mengedepankan prinsip fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) dan menjauhi konflik internal. Jika ada perbedaan cara pandang atau kendala komunikasi antar-cabang, ia meminta agar hal tersebut diselesaikan secara menyejukkan melalui musyawarah.
PCA yang program lansianya sudah berjalan sukses diharapkan bersedia menjadi mentor dan membantu memberikan stimulus bagi cabang-cabang lain yang baru merintis. (Bunda Tri)



No comments:
Post a Comment