Geliat Bazar UMKM di UM Surabaya: Strategi Aisyiyah Dongkrak Ekonomi dan Ketahanan Keluarga
Surabaya – Halaman Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) disulap menjadi pusat perputaran ekonomi dalam puncak Gebyar Milad ke-109 Aisyiyah pada Ahad (5/7). Fokus utama perhatian ribuan pengunjung tertuju pada deretan 36 stan bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dikelola oleh para kader perempuan. Langkah konkrit penguatan ekonomi ini dipelopori oleh Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya untuk menggerakkan potensi usaha warga persyarikatan.
Dari puluhan stan yang memadati halaman kampus, sebanyak 13 Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) menampilkan kreativitas khusus lewat lini fashion baju layak pakai berkualitas. Sementara itu, cabang-cabang lainnya menyuguhkan beragam produk kuliner, kerajinan tangan, dan kebutuhan pokok yang menjadi representasi kekuatan ekonomi perempuan dari 25 PCA yang tergabung se-Kota Surabaya.
Sekretaris PDA Kota Surabaya, Shohifah, menegaskan bahwa bazar ini merupakan hilirisasi nyata dari berbagai pembinaan ekosistem usaha yang selama ini berjalan. Pihaknya sengaja mengemas wadah ini agar mampu merangkul pelaku usaha yang belum bergabung untuk memantapkan diri ber-Aisyiyah melalui jalur pemberdayaan ekonomi.
"Dasar yang kami harapkan dengan pasar ini nanti akan menumbuhkan UMKM baru. Kalau ada pelaku UMKM yang belum ber-Aisyiyah, mereka akan tertarik bergabung karena melihat Aisyiyah tidak hanya memiliki institusi sekolah, tetapi juga mengapresiasi dan menampilkan setiap kelebihan yang dimiliki anggotanya, termasuk di bidang ekonomi," ujar Shohifah di lokasi acara.
Lebih lanjut, Shohifah menjelaskan bahwa muara akhir dari penguatan struktur ekonomi ini adalah peningkatan pendapatan (income) rumah tangga demi mewujudkan ketahanan keluarga yang kokoh. Melalui serangkaian pelatihan berkala yang diwujudkan dalam panggung pasar riil seperti ini, kader perempuan didorong untuk mandiri secara finansial.
"Kami berharap penguatan ekonomi ini bisa menambah income keluarga. Aisyiyah tidak lagi menjadi konco wingking (teman domestik di belakang), tetapi juga bisa berusaha membantu ekonomi keluarga sehingga ketahanan keluarga dapat terpenuhi. UMKM Aisyiyah ini akan terus kita ajak untuk lebih maju lagi lewat pelatihan-pelatihan lanjutan," pungkas Shohifah. (Bunda Tri)

No comments:
Post a Comment