Jalin Silaturahmi, Ratusan Guru Agama Islam Purna Bakti se-Jatim Gelar Khotmil Quran ke-6 di Surabaya
Drs. H. Minun Latif, M.Si, Pembina Forum Purna Bhakti GPAI Jawa Timur
SURABAYA – Forum Khotmil Quran Purna Bakti Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar (GPAI SD) Provinsi Jawa Timur kembali menggelar temu purnatugas. Pertemuan silaturahmi ke-6 ini berlangsung khidmat di Gedung Graha Sawunggaling, Kompleks Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Minggu (5/7).
Acara ini dihadiri oleh ratusan mantan guru agama dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menjaga syiar Islam melalui tradisi mengaji bersama.
Hadir mewakili Gubernur Jawa Timur Ibu Hj. Khofifah Indar Parawansa, yaitu Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr. Ahmad Jazuli, S.H., M.Si. Kehadirannya di tengah-tengah purnatugas guru PAI menjadi wujud nyata perhatian dan dukungan penuh dari jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap para pejuang pendidikan agama.
Pembina Forum, Drs. H. Minun Latif, M.Si., yang juga merupakan Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya acara ini. Dalam sambutannya, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut mengapresiasi loyalitas para pensiunan guru yang tetap istikamah menjaga nilai-nilai keagamaan.
"Pertama, mari kita bersama-sama bersyukur kepada Allah Swt. karena sampai saat ini kita masih diberikan limpahan rahmat dan nikmat-Nya, sehingga pada pagi hari ini kita bisa hadir di acara Forum Khotmil Quran ke-6 se-Jawa Timur yang bertempat di Kota Surabaya," ujar Minun Latif dalam sambutannya di Graha Sawunggaling.
Ia menambahkan bahwa kehadiran para tokoh agama, termasuk K.H. Ahmad Yani asal Pasuruan yang memiliki pondok pesantren di Mojokerto, menjadi kebanggaan tersendiri. Tokoh tersebut diharapkan mampu memberikan arahan dan bimbingan spiritual yang berbobot bagi seluruh anggota forum.
Minun juga menekankan pentingnya menjaga tradisi silaturahmi ini secara rutin demi mendatangkan keberkahan hidup.
"Untuk memperpanjang usia, kata Nabi Muhammad saw., barang siapa yang ingin dipanjangkan usianya dan diluaskan rezekinya, maka bersilaturahmimlah. Jadi, melalui kegiatan ini kita insyaallah mendapatkan dua fadhilah utama, yaitu kemudahan rezeki dan panjang umur," jelas pria yang mengawali kariernya sebagai guru agama, sempat menjabat sebagai camat, hingga kini sukses terpilih kembali sebagai legislator DPRD Kota Surabaya untuk periode 2024–2029.
Lebih lanjut, Minun memotivasi para peserta dengan menegaskan bahwa pengabdian seorang guru agama tidak akan pernah berakhir meski secara administratif sudah pensiun. Di lingkungan masyarakat, purnatugas guru PAI justru memiliki peran strategis yang sangat luas. Mereka tetap bisa menjadi pilar masyarakat dengan mengabdi sebagai pengurus masjid (takmir), penyuluh keagamaan, pemuka adat, hingga menjadi mudin (petugas pelayanan urusan kematian dan keagamaan) di desa atau kelurahan masing-masing.
Prosesi Penyematan Tanda Penghargaan dan Tanda Kasih
Salah satu momen paling mengharukan dalam acara ini adalah prosesi penyematan tanda penghargaan dan penyerahan tanda kasih. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi luar biasa yang telah disumbangkan oleh para tokoh terhadap perkembangan forum.
Para penerima tanda penghargaan dan tanda kasih tersebut antara lain:
- Dr. Ahmad Jazuli, S.H., M.Si. (Asisten Administrasi Umum Setdaprov Jatim, mewakili Gubernur Jawa Timur)
- Drs. H. Minun Latif, M.Si. (Pembina Forum / Anggota DPRD Kota Surabaya)
- Tri Endang Kustianingsih, M.Pd. (Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dispendik Kota Surabaya)
- Drs. H. Imam Bahrudin, M.Pd.I. (Ketua Forum Purna GPAI Provinsi Jawa Timur)
Sebagai penutup prosesi penghargaan, forum memberikan penghormatan khusus kepada almarhum Haji Hamid, yang merupakan sosok sentral sekaligus tokoh utama pendiri Forum Khotmil Quran GPAI SD Jawa Timur. Penghargaan dan tanda kasih tersebut diserahkan secara simbolis kepada istri almarhum, Ibu Hamim, yang hadir mewakili keluarga. Riuh tepuk tangan dan doa bersama menggema di dalam aula saat Ibu Hamim menerima tanda bakti tersebut.
Pertemuan lintas daerah ini rutin digelar secara bergilir dari tahun ke tahun di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Setelah rangkaian acara formal, rohani, dan pemberian penghargaan selesai, panitia mengajak seluruh peserta untuk melakukan wisata edukasi dan sejarah ke Museum Sepuluh Nopember di kompleks Tugu Pahlawan Surabaya. Agenda ini menjadi penutup kegiatan yang berkesan bagi para purnatugas guru sebelum kembali ke daerah asal masing-masing. (Bunda Tri)


No comments:
Post a Comment