Kisah Haru Mahasiswa UNAIR di Tapal Batas: Perjuangan Arzaneta Kayla dan Tim Nyalakan Lentera Literasi di Natuna
Tim UNAIR dan Anak-anak Natuna
Natuna – Pengabdian masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia bukanlah perkara mudah. Jarak yang jauh dan keterbatasan fasilitas menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi oleh Arzaneta Kayla bersama tim mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) saat melaksanakan misi pendidikan di Desa Tanjung, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.
Perjuangan kelompok mahasiswa ini akhirnya tuntas dan ditutup dengan penuh haru pada Jumat (24/7/2026). Selama dua minggu, Kayla dan rekan-rekannya mendedikasikan diri untuk mengajar anak-anak di pulau terluar tersebut menggunakan metode pembelajaran kreatif.
Sebelum berangkat ke Natuna pada pertengahan Juli lalu, tim UNAIR ini telah melakukan persiapan matang di Surabaya. Mereka menggandeng Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Yayasan Avicenna Berkah untuk menyusun silabus pengajaran. Bahkan, pada 30 Juni 2026, mereka sempat menggelar trial class (uji coba mengajar) langsung di TBM tersebut demi mematangkan mental dan metode ajar di bawah bimbingan pendiri yayasan, Tri.
Modal ilmu dan evaluasi dari Surabaya itulah yang menjadi senjata utama Kayla dan tim saat menghadapi realitas di lapangan. Di Natuna, mereka tidak sekadar mengajar membaca dan menulis, tetapi juga membangkitkan rasa percaya diri anak-anak pesisir melalui pendekatan yang interaktif.
"Alhamdulillah, hari ini adalah hari terakhir kami mengajar adik-adik di Natuna. Perasaan kami campur aduk, ada rasa senang karena tugas selesai dengan baik, tetapi juga sedih karena harus berpisah dan pulang ke Jawa," ungkap Kayla dengan nada haru melalui laporan tertulisnya, Jumat (24/7/2026).
Kayla mengakui bahwa simulasi mengajar dan masukan intensif yang mereka terima selama di TBM Avicenna Berkah sangat membantu mereka beradaptasi dengan karakter anak-anak Natuna.
Selain mengajar, perjuangan tim UNAIR ini juga diwujudkan melalui penyerahan puluhan koleksi buku bacaan berkualitas yang mereka bawa langsung dari Surabaya. Buku-buku sumbangan dari TBM Yayasan Avicenna Berkah tersebut kini telah disalurkan dan ditata rapi di rak buku Kantor Kepala Desa Tanjung agar bisa dibaca oleh seluruh anak-anak setempat.
"Minat baca adik-adik di sini ternyata sangat tinggi. Melihat antusiasme mereka saat memegang buku-buku baru menjadi bayaran setimpal atas semua lelah kami selama di sini. Semoga buku ini berkah dan terus bermanfaat bagi masa depan mereka," pungkas Kayla.
Aksi nyata yang ditunjukkan oleh Arzaneta Kayla dan kawan-kawan menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis di tapal batas negara tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk turun tangan langsung mencerdaskan kehidupan bangsa. (Bunda Tri)

No comments:
Post a Comment