Wakili Gubernur Jatim, Ahmad Jazuli Ajak Pensiunan Guru PAI Cetak Generasi Muda yang Ikhlas dan Bermoral
Surabaya – Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr. Ahmad Jazuli, S.H., M.Si., menghadiri Forum Silaturahmi Khotmil Quran Purna Bakti Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar (GPAI SD) Provinsi Jawa Timur ke-6 [jatimprov.go.id]. Agenda besar ini dilaksanakan secara khidmat di Gedung Graha Sawunggaling, Kompleks Pemerintah Kota Surabaya.
Hadir secara resmi mewakili Gubernur Jawa Timur, Ibu Hj. Khofifah Indar Parawansa, Dr. Ahmad Jazuli menyampaikan pesan strategis mengenai tantangan dunia pendidikan saat ini. Ia menekankan bahwa peran guru agama yang telah purnatugas (sepuh) masih sangat dibutuhkan sebagai figur inspiratif bagi para pendidik muda.
Sentil Orientasi Sertifikasi dan Pentingnya Keikhlasan
Dalam pidatonya, Dr. Ahmad Jazuli menyayangkan fenomena adanya oknum pendidik muda saat ini yang mengajar hanya demi mengejar materi duniawi dan tunjangan semata.
"Tolong guru-guru yang muda saat ini perlu motivasi agar dalam mengajar itu keikhlasannya penuh dan mencari rida Allah Swt. Orientasi utama harus mendidik anak-anak. Jika guru mengajar hanya demi materi dan duniawi, metodologi mengajar akhirnya ala kadarnya karena sarana prasarana yang sederhana," tegas Jazuli.
Ia mengingatkan bahaya besar jika bangsa ini melahirkan orang pintar yang tidak memiliki moralitas. Menurutnya, kepintaran tanpa akhlak hanya akan membawa kerusakan di dunia. Oleh sebab itu, integritas moral harus menjadi benteng utama dalam dunia pendidikan.
Kisah Inspiratif Sifat Wara dan Kejujuran Tahun 1981
Untuk memberikan gambaran nyata tentang keteguhan moral, Dr. Ahmad Jazuli membagikan kisah personal yang dialami oleh mendiang ayahnya pada tahun 1981 silam di Mojokerto. Saat itu, sang ayah yang hidup dalam kesederhanaan didatangi oleh seseorang yang berniat menyumbangkan kayu jati dari kawasan Mojowarno untuk pembangunan pondok pesantren.
Namun, dalam perjalanannya, kayu-kayu tersebut ternyata bermasalah secara hukum karena ditebang secara ilegal dan sempat ditahan oleh pihak kepolisian. Mengetahui status kayu tersebut tidak jelas dan berpotensi syubhat, ayah dari Ahmad Jazuli dengan tegas menolak memanfaatkan bahan bangunan tersebut untuk pesantren, meskipun proses pemotongan untuk pintu dan jendela sudah direncanakan matang.
Atas saran dari K.H. Arwani Jombang, pihak keluarga akhirnya memilih menggunakan bahan alternatif lain yang lebih berkah. Melalui kisah ini, Ahmad Jazuli berpesan agar para guru agama senantiasa menjaga kehati-hatian (wara) dari godaan materi yang tidak halal, karena godaan atau "setan" bisa merasuk ke mana saja, termasuk melalui dalih sumbangan.
Empat Pilar Kebahagiaan Menurut Rasulullah
Menutup arahannya, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Jatim ini mengutip hadis Rasulullah saw. mengenai arba'un minas sa'adah atau empat hal yang menjadi sumber kebahagiaan hidup manusia, yang salah satunya adalah memiliki keturunan dan lingkungan sosial yang saleh.
"Jika kita tetap berkumpul dan menjaga silaturahmi bersama para guru agama seperti ini, insyaallah keluhuran moral dan ketakwaan akan terus terjaga," tuturnya disambut rida para jemaah.
Di akhir sambutan, Dr. Ahmad Jazuli menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya atas dedikasi tanpa batas dari para pensiunan guru PAI se-Jawa Timur. Ia juga memohon keikhlasan doa dari para guru sepuh untuk Gubernur Jawa Timur agar senantiasa diberikan kekuatan, perlindungan, dan petunjuk oleh Allah Swt. dalam memimpin daerah demi mewujudkan Jawa Timur yang makmur, aman, dan penuh keberkahan (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur). (Bunda Tri)

No comments:
Post a Comment