Digitalisasi Hasil Laut, Gema Literasi Pesisir 2026 Dongkrak Nilai Jual Komoditas Kampung Nelayan Sukolilo Baru
Ibu Hanifa mempraktekkan cara jualan di media sosial dengan modal smartphone
Surabaya – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Yayasan Avicenna Berkah mengambil langkah strategis dalam mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam hayati di pesisir Kota Pahlawan. Guna mendongkrak nilai ekonomi tangkapan laut, yayasan tersebut menggelar pelatihan bertajuk Literasi Digital dan Penguatan Komoditas Lokal dalam rangkaian Gema Literasi Pesisir 2026 di Kampung Nelayan Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak, Surabaya, pada Sabtu (29/8/2026).
Kampung Nelayan Sukolilo Baru dikenal memiliki kelimpahan hasil laut segar seperti ikan, udang, kerang, dan kepiting hasil tangkapan nelayan setempat. Melalui pendekatan literasi digital, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pesisir didorong untuk tidak sekadar menjual bahan mentah, melainkan mengolahnya menjadi produk bernilai jual tinggi yang dipasarkan secara modern melintasi batas wilayah.
Pelatihan interaktif ini menghadirkan empat pakar yang memberikan materi terintegrasi. Pada aspek pemasaran digital, Ketua Forum TBM Kota Surabaya, Hanifa Ratna Permatasari, memandu langsung praktik literasi digital dan pembuatan konten kreatif menggunakan smartphone. Setelah mencairkan suasana dengan sesi ice breaking dan afirmasi positif, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mempraktikkan teknik pengambilan video, penyusunan narasi (storytelling), dan pembidikan sudut gambar produk olahan ikan atau udang agar memikat konsumen di media sosial.
"Produk hasil laut yang baik harus mampu dikenal luas. Media sosial harus dimanfaatkan oleh warga pesisir sebagai ruang digital untuk menceritakan keunggulan cita rasa dan higienitas komoditas lokal yang kita miliki di sini," tegas Hanifa di sela-sela pelatihan.
Keterampilan digital tersebut disempurnakan dengan materi manajemen produk yang disampaikan oleh Wibowo Purnomohadi. Ia memaparkan bahwa kemasan (packaging) bukan sekadar pembungkus pelindung udang atau ikan olahan, melainkan elemen utama pembentuk identitas merek (branding) agar produk nelayan Sukolilo Baru dapat menembus pasar modern dan bersaing di rak-rak pertokoan.
Aspek krusial mengenai standardisasi niaga turut menjadi sorotan. Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya, Meirna Dewita Sari, memberikan bimbingan teknis mengenai pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai fondasi hukum bagi UMKM. Melengkapi hal tersebut, Fitri selaku narasumber ahli memaparkan urgensi sertifikasi halal guna membangun kepercayaan konsumen serta menjamin kelayakan edar produk olahan laut secara lebih luas.
Melalui sinergi Gema Literasi Pesisir 2026, TBM Yayasan Avicenna Berkah berkomitmen untuk terus mengawal kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. Dengan menguasai literasi digital, kemasan yang estetik, serta legalitas yang valid, komoditas unggulan hasil tangkapan nelayan Sukolilo Baru diharapkan mampu bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi baru yang kompetitif di pasar nasional. (Bunda Tri)

No comments:
Post a Comment