Gagas Rangkaian Hari Pahlawan 10 November, Bambang Udi Ukoro Gandeng Tokoh Putra-Putri TNI dan AkademisiSurabaya – Pertemuan strategis yang digelar di Kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya pada Rabu, 12 Agustus 2026, membuahkan arah baru dalam kalender kegiatan kebangsaan di Kota Pahlawan. Rapat yang dipimpin langsung oleh Bambang Udi Ukoro bersama tokoh penggerak kemasyarakatan, tersebut resmi menyepakati fokus penuh untuk merancang rangkaian agenda akbar memperingati Hari Pahlawan pada 10 November mendatang.Koordinasi yang dimulai pukul 12.30 WIB di Jalan Penjaringan Asri Nomor 36 Surabaya ini awalnya dijadwalkan untuk membahas persiapan HUT Proklamasi RI. Namun, forum berkembang menjadi ruang diskusi mendalam setelah Bambang Udi Ukoro memaparkan hasil komunikasi intensif dengan sejumlah figur potensial yang siap mengawal jalannya perayaan Hari Pahlawan agar lebih masif dan berdampak luas."Kami bertemu dengan orang-orang hebat yang berkomitmen tinggi menjaga nilai nasionalisme. Diskusi panjang ini akhirnya merumuskan visi bersama untuk menyusun rencana besar Upacara Hari Pahlawan 10 November yang akan diintegrasikan dengan serangkaian perlombaan kebangsaan," ujar Bambang Udi Ukoro saat berdiskusi bersama.Rencana besar ini melibatkan rombongan tokoh dari unsur putra-putri purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Rombongan yang berada dalam rentang usia 40 tahun ke atas tersebut hadir mewakili tiga matra, yaitu Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU). Sinergi ini semakin kuat dengan keterlibatan unsur akademisi, salah satunya Tania yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya.Kolaborasi lintas sektor antara tokoh putra-putri TNI, akademisi, dan penggerak masyarakat ini menghasilkan kesepakatan akhir yang positif (happy ending). Seluruh pihak berkomitmen untuk mulai menyusun draf kepanitiaan, pemetaan rute napak tilas, serta teknis berbagai cabang perlombaan bertema kepahlawanan yang akan melibatkan pelajar, mahasiswa, dan pemuda se-Kota Surabaya.Peralihan fokus yang dipersiapkan jauh-jauh hari sejak bulan Agustus ini dinilai menjadi langkah taktis agar pelaksanaan upacara dan festival Hari Pahlawan pada 10 November nanti dapat terselenggara secara matang, megah, dan mampu membangkitkan kembali giroh (semangat) perjuangan arek-arek Suroboyo di era modern. (Bunda Tri)
Gagas Rangkaian Hari Pahlawan 10 November, Bambang Udi Ukoro Gandeng Tokoh Putra-Putri TNI dan Akademisi
Surabaya – Pertemuan strategis yang digelar di Kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya pada Rabu, 12 Agustus 2026, membuahkan arah baru dalam kalender kegiatan kebangsaan di Kota Pahlawan. Rapat yang dipimpin langsung oleh Bambang Udi Ukoro bersama tokoh penggerak kemasyarakatan, tersebut resmi menyepakati fokus penuh untuk merancang rangkaian agenda akbar memperingati Hari Pahlawan pada 10 November mendatang.
Koordinasi yang dimulai pukul 12.30 WIB di Jalan Penjaringan Asri Nomor 36 Surabaya ini awalnya dijadwalkan untuk membahas persiapan HUT Proklamasi RI. Namun, forum berkembang menjadi ruang diskusi mendalam setelah Bambang Udi Ukoro memaparkan hasil komunikasi intensif dengan sejumlah figur potensial yang siap mengawal jalannya perayaan Hari Pahlawan agar lebih masif dan berdampak luas.
"Kami bertemu dengan orang-orang hebat yang berkomitmen tinggi menjaga nilai nasionalisme. Diskusi panjang ini akhirnya merumuskan visi bersama untuk menyusun rencana besar Upacara Hari Pahlawan 10 November yang akan diintegrasikan dengan serangkaian perlombaan kebangsaan," ujar Bambang Udi Ukoro saat berdiskusi bersama.
Rencana besar ini melibatkan rombongan tokoh dari unsur putra-putri purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Rombongan yang berada dalam rentang usia 40 tahun ke atas tersebut hadir mewakili tiga matra, yaitu Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU). Sinergi ini semakin kuat dengan keterlibatan unsur akademisi, salah satunya Tania yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya.
Kolaborasi lintas sektor antara tokoh putra-putri TNI, akademisi, dan penggerak masyarakat ini menghasilkan kesepakatan akhir yang positif (happy ending). Seluruh pihak berkomitmen untuk mulai menyusun draf kepanitiaan, pemetaan rute napak tilas, serta teknis berbagai cabang perlombaan bertema kepahlawanan yang akan melibatkan pelajar, mahasiswa, dan pemuda se-Kota Surabaya.
Peralihan fokus yang dipersiapkan jauh-jauh hari sejak bulan Agustus ini dinilai menjadi langkah taktis agar pelaksanaan upacara dan festival Hari Pahlawan pada 10 November nanti dapat terselenggara secara matang, megah, dan mampu membangkitkan kembali giroh (semangat) perjuangan arek-arek Suroboyo di era modern. (Bunda Tri)

No comments:
Post a Comment