Gema Literasi Pesisir Gelar Workshop Menulis di Kampung Nelayan, Hadirkan Mohammad Nurfatoni
Suasana workshop Menulis
Surabaya – Komunitas Gema Literasi Pesisir menyelenggarakan workshop menulis pesisiran bertajuk "Kampung Bola Udang Kampung Literasi Pesisir" pada Minggu (16/8/2026). Kegiatan ini menghadirkan jurnalis senior sekaligus pendiri portal berita digital, Mohammad Nurfatoni, sebagai narasumber utama untuk memotivasi para relawan dan anak-anak muda setempat.
Dalam pemaparannya, Mohammad Nurfatoni membagikan perjalanan hidupnya yang panjang di dunia jurnalistik. Pria yang mengawali kariernya dari menulis buletin satu halaman ini menceritakan bagaimana konsistensi menulis mampu mengubah jalan hidupnya. Dari sekadar penulis buletin, ia berhasil memiliki saham di perusahaan percetakan, mendirikan portal resmi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur yakni pwmu.co.id pada tahun 2004, hingga kini aktif mengelola media digital tagar.co.id.
"Saya beruntung bisa mengenal banyak tokoh penting dan bahkan mendapat kesempatan meliput hingga ke Cina selama 10 hari, semuanya berkat menulis. Padahal awalnya media yang saya kelola bersifat relawan dan tidak berhonor," ujar Nurfatoni di hadapan para peserta workshop.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin dan profesionalisme dalam dunia kepenulisan. Meski kini proses kerjanya dibantu oleh teknologi digital modern—seperti aplikasi transkrip wawancara otomatis—dedikasi terhadap waktu tetap menjadi kunci utama yang ia pegang teguh.
Pelatihan Menulis Berita dan Gaya Sastra
Workshop ini dirancang secara khusus untuk memetakan dua kelompok penulis dengan sudut pandang yang berbeda. Kelompok anak-anak lokal diarahkan untuk menulis berdasarkan pengalaman pribadi mereka, sementara kelompok relawan luar diminta menulis tentang dinamika kehidupan pesisir dari perspektif orang luar.
Nurfatoni memandu para peserta secara bertahap, mulai dari teknik penulisan berita ringan (soft news) hingga tulisan bercorak cerita (feature). Pada sesi awal, peserta diberikan tugas dasar untuk menyusun lead (kepala berita) yang wajib mengandung unsur 4W+1H (Apa, Siapa, Kapan, Di mana, dan Bagaimana) secara rapi dan mengalir agar nyaman dibaca.
"Setelah para peserta menguasai struktur lead yang kokoh, baru nanti kita akan arahkan ke gaya penulisan berita yang memiliki rasa sastra," tambahnya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap antusiasme peserta, Nurfatoni juga menyiapkan hadiah khusus berupa buku kumpulan cerpen terbarunya bagi peserta yang berhasil menghasilkan karya tulis terbaik dalam workshop ini. Melalui program Kampung Literasi Pesisir ini, diharapkan masyarakat bola udang mampu mendokumentasikan kearifan lokal mereka ke dalam bentuk tulisan yang informatif dan inspiratif. (Bunda Tri)
No comments:
Post a Comment