Gempita Drum Corps Hizbul Wathan, Garda Depan Penggugah Semangat di Karnaval Sukolilo Baru
Drumb Corp Hizbul Wathan
Surabaya— Langkah tegap dan harmoni nada yang perkasa menjadi pembuka kemegahan Karnaval Budaya HUT RI ke-81 di lingkungan RW 02 Kelurahan Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya. Menjadi pembuka jalan di barisan paling depan, Drum Corps Hizbul Wathan (DCHW) sukses menghentak aspal jalanan dan membakar semangat patriotisme ribuan warga yang memadati sepanjang rute parade. Minggu 23 Agustus 2026
Sebagai korps musik tiup dan perkusi yang bernaung di bawah gerakan kepanduan ikonis Muhammadiyah, Drum Corps Hizbul Wathan membawa karakter disiplin semi-militer yang kuat, berpadu dengan khazanah lagu perjuangan nasional. Kehadiran mereka di garda terdepan bukan sekadar penanda dimulainya barisan, melainkan sebagai penentu ritme dan tempo bagi seluruh kontingen rukun tetangga (RT) yang mengekor di belakangnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan totalitas penampilan para personel DCHW yang didominasi oleh generasi muda kreatif. Berbalut seragam putih yang bersih dipadukan dengan aksen kain selempang tradisional bermotif lurik dan merah di pinggang, mereka melangkah serempak dengan penuh percaya diri. Beberapa personel di antaranya tampak mengenakan kacamata hitam, menambah kesan modis namun tetap gagah berwibawa di bawah terik matahari pesisir.
Alunan menggelegar dari tiupan trompet kuningan (brass section) yang nyaring berpadu dinamis dengan ketukan mantap alat perkusi. Harmoni musik instrumen yang mereka bawakan mengalun bertenaga sepanjang 3 kilometer rute perjalanan—mulai dari halaman Kelurahan, Pantai Mentari, Kompleks AL, Kompleks AURI, Kenpark, hingga kembali ke garis finish.
Aksi memukau dari Drum Corps Hizbul Wathan ini berhasil menciptakan atmosfer pembuka yang kolosal dan berenergi tinggi. Dentuman musik mereka menjadi magnet yang memancing riuh tepuk tangan warga pesisir Sukolilo Baru, membuka jalan dengan sempurna bagi barisan teatrikal "Perjuangan" RT 01 dan RT 04, parade fantasi "Disneyland" RT 03, hingga kemegahan "The Kingdom of Palembang" milik RT 05. (Bunda Tri)

No comments:
Post a Comment