Sentuhan Kasih Sayang Guru SDN Bulak Rukem I Surabaya, Obati Luka Siswa yang Tak Kuat Berdiri Saat Upacara
Anik Ropfiati Guru SDN Bulak Rukem I Surabaya mengobati kaki siswanya
Surabaya– Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 di halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bulak Rukem I Surabaya pada Jumat pagi (14/8/2026) berlangsung dengan khidmat [14/8 2026]. Namun, di tengah barisan yang rapi, dinamika fisik dan kondisi kesehatan anak-anak usia sekolah dasar tidak dapat dipungkiri sering kali menjadi tantangan tersendiri, di mana sejumlah siswa terpaksa harus keluar dari barisan upacara demi keselamatan medis mereka.
Salah satu momen yang menyita perhatian adalah ketika seorang siswa kelas 5, Ahmad Hadiq, tampak tidak kuat berdiri lama dan terpaksa dipapah keluar dari barisan oleh guru piket. Setelah ditelusuri, Hadiq ternyata sedang menahan rasa sakit pada kaki akibat luka bakar yang didapatnya beberapa hari lalu di rumah.
Luka tersebut didapatkan Hadiq saat ia dengan penuh semangat ikut bergotong royong mempersiapkan pernak-pernik dan hiasan guna memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan kampungnya. Saat sedang berkreasi membuat prakarya berbahan sedotan plastik yang dibakar, ia kurang berhati-hati sehingga lelehan sedotan panas tersebut menetes langsung dan membakar kulit kakinya hingga meninggalkan bekas luka yang cukup dalam.
Melihat kondisi siswanya yang meringis menahan sakit, Koordinator Kesiswaan SDN Bulak Rukem I Surabaya, Ibu Anik Ropfiati, dengan sigap langsung membawa Hadiq ke ruang perawatan. Mengutamakan naluri keibuan dan tanggung jawab penuh sebagai pendidik, Ibu Anik mengobati luka bakar di kaki Hadiq dengan sangat hati-hati, lembut, dan penuh kasih sayang.
Sepanjang proses pembersihan luka dan pemberian obat antiseptik, Ibu Anik terus memberikan ketenangan dan nasihat bijak kepada Hadiq agar tidak trauma, namun tetap harus lebih waspada dalam beraktivitas menggunakan media api. Sentuhan tulus ini menjadi potret nyata bahwa peran seorang guru di sekolah tidak hanya terbatas pada transfer ilmu akademis di dalam kelas, melainkan juga bertindak sebagai orang tua pengganti yang siap memberikan perlindungan fisik dan kehangatan emosional di kala siswa membutuhkan bantuan darurat.
Berkat penanganan yang cepat dan penuh kasih dari sang guru, kondisi Ahmad Hadiq berangsur membaik dan ia dapat beristirahat dengan tenang di ruang UKS hingga upacara selesai. Aksi responsif dari pihak sekolah ini sekaligus menegaskan komitmen SDN Bulak Rukem I Surabaya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah anak, serta sarat akan nilai-nilai kepedulian sosial yang tinggi antarsesama. (Bunda Tri)

No comments:
Post a Comment