Lebih dari Sekadar Pesta Seni, Gema Literasi Pesisir 2026 Jadi Aksi Nyata Kepedulian Sosial Warga Pesisir
Kampung Madani PKK RW 02 Kelurahan Sukolilo BaruSurabaya – Pergelaran Gema Literasi Pesisir 2026 di kawasan pesisir Pantai Kenjeran membuktikan bahwa gerakan literasi tidak hanya berfokus pada kecerdasan intelektual, melainkan juga harus berdampak pada kesejahteraan sosial masyarakat. Dalam momentum festival tersebut, sebanyak 17 warga kurang mampu yang masuk kriteria janda, duda, dan duafa di wilayah RW 02 Kampung Nelayan menerima bantuan sosial berupa santunan dan bingkisan secara langsung. 12 September 2026
Aksi kemanusiaan yang terintegrasi melalui program Kampung Madani ini dipusatkan di Jalan Sukolilo IV, Kelurahan Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak, Surabaya, Sabtu (12/9/2026). Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di atas panggung utama sebagai penanda kuatnya komitmen jaring pengaman sosial di kawasan pesisir.
Sinergi Lintas Sektor di Atas Panggung Utama
Prosesi penyerahan santunan ini dipimpin langsung oleh Ketua Penggerak PKK RW 02, Nasiha, berkolaborasi dengan Lurah Sukolilo Baru, Rukayyah. Sinergi elemen masyarakat dan birokrasi ini juga didampingi oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Bulak serta Ketua TBM Yayasan Avicenna Berkah, Tri Eko Sulistiowati. Kehadiran jajaran pemerintahan wilayah ini mempertegas komitmen penuh negara dan lingkungan sosial dalam memperhatikan hajat hidup warga pesisir.
Integrasi program sosial ke dalam festival literasi ini sengaja dirancang agar gerak mencerdaskan bangsa beriringan dengan pemenuhan hak sosial warga. Melalui langkah ini, keberadaan TBM dan festival tahunan tidak menjadi menara gading, melainkan agen perubahan yang menyentuh realitas kebutuhan hidup masyarakat paling bawah.
Menuju Kampung Literasi Pesisir yang Mandiri
Langkah nyata kepedulian antarsesama ini diproyeksikan menjadi pilar krusial untuk mewujudkan visi besar Kampung Nelayan Sukolilo Baru. Wilayah ini ditargetkan berkembang menjadi kawasan Kampung Literasi Pesisir yang tidak sekadar cerdas secara intelektual dan mandiri secara ekonomi, tetapi juga memiliki fondasi sosial yang kuat dan peka terhadap sesama.
Melalui penyaluran santunan yang merata, seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam garis keterbatasan ekonomi, dapat ikut merasakan langsung energi positif dan dampak nyata dari geliat literasi di wilayah mereka. (Bunda Tri)

No comments:
Post a Comment