578 Guru PAI Kota Surabaya Siap Sukseskan Apel Akbar Jawa Timur di GBT Hari Ini
Surabaya – Sebanyak 578 Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) asal Kota Surabaya bersiap memadati Gedung Indoor Gelora Bung Tomo (GBT) hari ini, Sabtu (16/5).
Sebagai tuan rumah, kontingen GPAI Kota Pahlawan berkomitmen penuh untuk menyukseskan pergelaran Apel Akbar Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI Provinsi Jawa Timur 2026 yang dihadiri total 10.000 peserta se-Jawa Timur.
Ketua Umum KKG PAI Surabaya, Zainul, menegaskan bahwa momentum ini menjadi pembuktian solidaritas guru agama di Surabaya.
Dengan semangat "Satu Langkah, Satu Hati, Satu Dedikasi untuk PAI Berkemajuan", keterlibatan ratusan guru ini diharapkan mampu mencerminkan kualitas dan reputasi positif Kota Surabaya sebagai pusat pergerakan guru agama terbesar di Jawa Timur.
Mobilisasi Massal dan Penempatan Khusus di Pintu 7
Untuk memastikan kelancaran pergerakan ratusan peserta, panitia lokal telah menetapkan skema kedatangan yang ketat. Seluruh GPAI Surabaya diwajibkan telah masuk dan memadati area lokasi pada pukul 07.00 WIB guna menghindari kemacetan parah di akses menuju stadion GBT.
Sekretaris Umum KKG PAI Surabaya, Ainur Rofiah, menjelaskan bahwa koordinasi logistik di lapangan akan berpusat pada area luar gedung.
Panitia telah menyediakan spanduk bertuliskan "SURABAYA" sebagai titik kumpul utama. Khusus untuk rombongan tuan rumah, akses masuk tribun diarahkan sepenuhnya melalui Pintu Masuk Nomor 7.
Seluruh peserta diwajibkan duduk mengelompok sesuai dengan zonasi wilayah kota dan dilarang memisahkan diri dari rombongan.
Kesiapan Teknis dan Aturan Ketat untuk Tuan Rumah
Sebelum pelaksanaan hari ini, seluruh Ketua KKG PAI tingkat kecamatan di Surabaya telah diperbantukan sejak Jumat (15/5) untuk mengikuti geladi bersih, pemetaan lokasi (blocking), hingga bertugas sebagai tim penerima tamu di pintu-pintu gerbang stadion.
Mengingat padatnya kapasitas tribun GBT, KKG PAI Surabaya mengeluarkan instruksi khusus demi menjaga keselamatan dan kenyamanan para guru sepanjang acara:
1. Atribut Seragam: Bagi guru yang belum menerima atau seragam Batik KKG Provinsi miliknya belum selesai dijahit, diwajibkan menyesuaikan dengan tema batik berwarna hitam atau kuning.
2. Logistik Mandiri: KKG PAI Surabaya hanya memfasilitasi air mineral. Peserta diwajibkan sarapan dari rumah, membawa botol minum (tumbler), serta kipas portabel demi mengantisipasi suhu panas ruangan.
3. Aturan Berpakaian: Guru perempuan dilarang keras mengenakan sepatu hak tinggi (high heels) maupun rok span demi keselamatan mobilitas di tangga tribun stadion.
Melalui persiapan matang ini, pengurus KKG PAI Surabaya optimistis para guru dapat menjaga nama baik kota, menunjukkan performa kompak, serta menjaga ketertiban umum hingga akhir acara. (Bunda Tri)

No comments:
Post a Comment