YBM PLN Hadirkan Kaki Palsu untuk Lansia di Sukolilo Setelah 4 Bulan Menanti
Siti Alfiyah Belajar jalan didampingi suami dan keponakan
Surabaya – Harapan Siti Alfiyah (61), warga Sukolilo, Surabaya, untuk kembali berjalan kini menjadi kenyataan. Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) menyalurkan bantuan kaki palsu untuknya pada Senin (22/6/2026). Lansia ini langsung mencoba kaki barunya dengan dibantu oleh suaminya, Husnan.
Pemberian bantuan ini membutuhkan proses yang cukup panjang. Hal ini karena kondisi fisik pasien yang merupakan seorang lansia setelah menjalani operasi amputasi kaki.
Menunggu Luka Sembuh Selama Empat Bulan
Proses pendampingan Siti Alfiyah dimulai sejak April 2026 lalu. Berdasarkan saran dokter, Siti harus menunggu luka operasi benar-benar kering sebelum bisa memakai kaki palsu. Proses penyembuhan luka bagi pasien lansia tersebut memakan waktu kurang lebih empat bulan.
Selama masa tunggu, tim pendamping YBM PLN terus memantau perkembangan kesehatan Siti. Jahitan luka operasi baru dilepas pada bulan Mei, dan luka dinyatakan kering total serta siap dipasang kaki palsu pada pertengahan Juni 2026.
Bangkitkan Semangat Hidup Pasien
Husnan, menyatakan bahwa perhatian dari tim YBM PLN sangat membantu psikologis Siti. Semangat hidup Siti langsung melonjak setelah mendapat kepastian akan diberi bantuan kaki palsu. Kehadiran tim di lokasi juga berhasil menaikkan kepercayaan dirinya untuk sehat kembali.
"Melihat Ibu Siti bisa kembali memiliki harapan untuk berjalan adalah prioritas kebahagiaan kami," tutur perwakilan YBM PLN, Rozi Ahmad, yang mengawal langsung proses ke Surabaya setelah menyelesaikan tugasnya.
Efisiensi Pembuatan Hanya 4 Jam
YBM PLN menggandeng pengrajin kaki palsu profesional, Kang Rois, untuk membuat alat bantu tersebut. Berkat dukungan penuh dari yayasan, proses pembuatan kaki palsu untuk Siti Alfiyah hanya memakan waktu 4 jam setelah pengukuran. Efisiensi ini membuat pasien tidak perlu menunggu terlalu lama.
Program ini merupakan bagian dari pilar kesehatan YBM PLN dengan misi "Menjejak Manfaat Sejahterakan Ummat". Melalui dana zakat para pegawai PLN, yayasan berkomitmen untuk terus mengubah keterbatasan kaum dhuafa dan difabel menjadi kemandirian yang berkelanjutan. (Bunda Tri)


No comments:
Post a Comment