BEM Unair Siap Gelar Program "Aksara" di Sukolilo Baru Surabaya, Fokus pada 5 Pilar Pengabdian
Suasana rembuk warga Sukolilo dengan BEM UNAIR
Surabaya — Kementerian Pengabdian Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair) bersiap melaksanakan program kerja tahunan bertajuk "Aksara" (Airlangga Dekat Warga) di RW 002 Kelurahan Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya. Rencana aksi sosial tersebut dimatangkan melalui agenda rembuk warga yang digelar bersama pengurus kampung setempat pada Jumat malam (21/8/2026).
Program Aksara tahun ini dirancang untuk membawa dampak nyata melalui lima pilar utama, yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan, serta sosial budaya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini rencananya akan dilaksanakan secara maraton selama dua akhir pekan pada bulan depan, tepatnya tanggal 18, 19, 20, serta 26 dan 27 September 2026.
Ketua Panitia (Pic) Pelaksana Aksara 2026, Yogi Saputra, didampingi Wakil Ketua (Wapic), Clarista Prinangga, yang merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) angkatan 2024, menjelaskan bahwa kehadiran mereka di tengah masyarakat bukan untuk menggurui, melainkan untuk berkolaborasi dan belajar bersama warga. Mengingat komposisi kepanitiaan diisi oleh mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk dari luar Pulau Jawa, Yogi mengharapkan adanya ruang adaptasi dan toleransi budaya selama kegiatan berlangsung.
"Tahun lalu program ini sukses diadakan di Krembangan Utara, dan tahun ini kami memilih RW 002 Sukolilo Baru sebagai mitra desa. Kami hadir di sini justru ingin belajar langsung dari warga, agar teman-teman mahasiswa dari RT 1 sampai RT 5 serta para pemuda setempat bisa bertumbuh bersama, sembari kami membagikan ilmu yang didapat di bangku kuliah," ujar Direktur Jenderal Sosial Masyarakat (Dirjen Sosma) BEM Unair, M. Wahyu Ramadhani.
Menteri Pengabdian Masyarakat BEM Unair, Sahrul Efendi, menambahkan bahwa kementeriannya berfokus penuh pada aksi kemanusiaan dan kemasyarakatan, baik di lingkup Surabaya maupun di luar daerah. Ia menceritakan berbagai aksi yang telah sukses dilakukan sebelumnya, seperti program pengabdian selama 10 hari di Mojokerto, program Srawung Desa di lereng Gunung Kawi, hingga rencana keberangkatan relawan mahasiswa untuk membantu penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Ilmu di bangku kuliah sangat berbeda dengan dinamika nyata di lapangan. Karena itu, kami memohon bimbingan dan arahan dari sesepuh dan warga di sini selama kami menjalankan kegiatan," tutur Sahrul, mahasiswa asal lereng Gunung Arjuno, Pasuruan tersebut.
Rencana pengabdian para mahasiswa ini mendapat sambutan hangat dari pihak kelurahan dan pengurus kampung. Ketua RW 002 Sukolilo Baru, Hanafi, menegaskan bahwa wilayahnya sangat terbuka bagi kehadiran para mahasiswa Unair. Ia menilai edukasi dan literasi melalui program Aksara sangat penting dan berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan.
Hanafi juga memberikan masukan agar mahasiswa dapat menyisipkan program jaring pengaman sosial yang menyentuh kebutuhan mendasar warga saat ini.
"Kondisi saat ini, bapak-bapak nelayan di wilayah kami sedang kesulitan untuk melaut. Karena itu, kami sangat berharap jika nanti dalam rangkaian acaranya ada selingan bantuan sosial, pasar murah, atau pembagian makanan gratis demi membantu meringankan beban warga kami," pungkas Hanafi dalam sambutannya. (Bunda Tri)

No comments:
Post a Comment