Napak Tilas Sejarah Islam, Jemaah Umrah Lantabur El Irsyad Ziarahi Situs Bersejarah di Sekitar Masjid Nabawi
Madinah – Rangkaian ibadah jemaah "Umrah Maulidurrosul 1448 H" dari travel Lantabur El Irsyad di Kota Suci Madinah berlanjut dengan agenda napak tilas sejarah. Pada Minggu (30/8/2026) sore waktu setempat, seluruh jemaah berkesempatan melakukan ziarah luar untuk mengunjungi sejumlah situs penting peninggalan masa kenabian dan para sahabat di sekitar area Masjid Nabawi.
Kegiatan ziarah sejarah ini dilaksanakan selepas ibadah salat Asar berjamaah. Untuk memastikan ketertiban dan keselamatan rombongan, pihak pembimbing menetapkan titik kumpul utama di Gerbang No. 320 Masjid Nabawi, yang posisinya berhadapan langsung dengan pemondokan jemaah.
Manajemen Disiplin dan Pengondisian Jemaah
Guna menjaga kelancaran agenda luar ruangan ini, tim pendamping Lantabur El Irsyad menerapkan aturan kedisiplinan yang ketat namun penuh kehangatan. Seluruh jemaah diwajibkan mengenakan atribut resmi berupa kartu identitas (ID card) serta syal travel tanpa terkecuali, di samping mengenakan pakaian yang sopan dan menutup aurat.
Sebelum bertolak ziarah, manajemen travel telah mengatur jadwal pemenuhan logistik jemaah sejak siang hari. Selepas menunaikan ibadah salat Zuhur, seluruh jemaah diarahkan untuk langsung kembali ke Hotel Riyadh Al Zahra guna menikmati makan siang. Ruang makan hotel bahkan sudah dibuka lebih awal sebelum waktu Asar bagi jemaah yang ingin bersantap terlebih dahulu. Kedisiplinan jemaah dinilai sangat luar biasa, di mana sebagian besar dari mereka telah bersiap di dalam masjid dan mengambil saf salat Asar tidak jauh dari area pintu 320.
Menyusuri Jejak Perjuangan Rasulullah dan Sahabat
Dipandu oleh para ustaz dan mutawif, puluhan jemaah Lantabur El Irsyad berjalan kaki menyusuri kawasan bersejarah yang letaknya berada di sekitar kompleks utama Masjid Nabawi. Rute ziarah sore itu meliputi beberapa tempat krusial bagi peradaban Islam awal, di antaranya:
- Taman Saqifah Bani Sa'idah: Lokasi bersejarah yang menjadi tempat musyawarah kaum Ansar dan Muhajirin untuk memilih Abu Bakar Ash-Shiddiq sebagai khalifah pertama pascawafatnya Rasulullah SAW.
- Masjid Al-Ghamamah (Masjid Awan): Tempat di mana Rasulullah SAW dahulu melaksanakan salat Istisqa (meminta hujan) dan salat hari raya, yang dinamakan demikian karena konon awan selalu menaungi beliau dari terik matahari selama salat.
- Masjid Ali bin Abi Thalib dan Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq: Dua masjid bersejarah yang dibangun di atas tanah tempat kedua sahabat utama tersebut pernah mendirikan salat bersama atau memimpin umat Islam.
Selama berada di situs-situs tersebut, para jemaah mendengarkan pemaparan sirah nabawiyah dengan takzim, bernostalgia dengan perjuangan dakwah Islam zaman dahulu, serta memanjatkan doa bersama.
"MasyaAllah, tetap semangat bapak dan ibu sekalian dalam menyusuri jejak sejarah ini. Semoga perjalanan spiritual ini mendatangkan pahala umrah yang mabrur dan mabrurah," ujar Ustadz Ahmad, salah satu pembimbing, sembari membakar semangat para jemaah yang terlihat sangat antusias sepanjang kegiatan berlangsung. (Bunda Tri)




No comments:
Post a Comment