Peringati 5 Tahun Upacara di Makam WR Supratman, Bambang Udi Ukoro dan Bunda Tri Gagas Rangkaian Acara Inovatif
Ilustrasi AI
Surabaya – Rencana pelaksanaan Upacara Bendera 17 Agustus 2026 di kompleks Makam Pahlawan Nasional Wage Rudolf (WR) Supratman dipastikan akan berlangsung berbeda dan lebih semarak. Selain menandai momentum sakral peringatan 5 tahun (lustrum pertama) pelaksanaan upacara secara berturut-turut di lokasi tersebut, agenda tahun ini bertepatan langsung dengan hari wafatnya sang pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya pada 17 Agustus 1938 silam.
Ketua Baksos'e Suroboyo, Bambang Udi Ukoro, bersama tokoh penggerak kemasyarakatan, Bunda Tri, menelurkan sejumlah ide baru sebagai rangkaian kegiatan terintegrasi setelah upacara inti selesai dilaksanakan. Langkah ini diambil untuk menggali dan menumbuhkan kembali gairah (semangat) kepahlawanan WR Supratman di dalam sanubari generasi milenial dan generasi Z saat ini.
Video Ajakan Upacara 17 Agustus 2026 di Makam WR Supratman.
Rangkaian acara akan diawali dengan sesi edukasi melalui tayangan podcast khusus yang disiarkan sesaat sebelum upacara bendera dimulai. Podcast ini dirancang untuk mengulas rekam jejak perjuangan WR Supratman melalui musik dan jurnalistik, sekaligus memberikan konteks sejarah yang mendalam bagi para peserta sebelum memasuki prosesi khidmat pengibaran bendera merah putih.
"Kami ingin generasi muda tidak sekadar ikut upacara, tetapi mendalami esensi perjuangan beliau. Kehadiran podcast dan serangkaian kegiatan inovatif ini menjadi medium yang sangat relevan untuk menyentuh pola pikir generasi masa kini," ujar Bambang Udi Ukoro saat mematangkan konsep acara.
Guna mengangkat marwah bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, panitia juga akan menggelar Lomba Baca Puisi Kebangsaan. Kompetisi ini menyasar para pelajar dan pemuda, sebagai representasi kelanjutan semangat Kongres Pemuda 1928 tempat di mana lagu Indonesia Raya pertama kali dikumandangkan.
Sebagai puncak acara pemersatu, agenda akan diakhiri dengan aksi "Ngontel Bareng" (sepeda tua bersama). Rute bersepeda ini akan mengambil titik strat dari area Makam WR Supratman di Jalan Kenjeran, bergerak menyusuri jalanan kota menuju cagar budaya Rumah Wafat WR Supratman yang terletak di Jalan Mangga No. 21, Tambaksari (di kawasan depan Gelora 10 November Surabaya). Melalui napak tilas bersepeda ini, seluruh elemen masyarakat diajak menyaksikan langsung tempat bersejarah di mana sang pahlawan menghabiskan masa-masa akhir hayatnya demi mengabdi pada bangsa.

No comments:
Post a Comment