Gali Cita-Cita Indonesia Raya 3 Stanza, Ketua Yayasan WR Supratman Budi Harry Inisiasi Lomba Puisi Kebangsaan - KIM BAHARI SUKOLILO BARU

Breaking

Post Top Ad

06/08/2026

Gali Cita-Cita Indonesia Raya 3 Stanza, Ketua Yayasan WR Supratman Budi Harry Inisiasi Lomba Puisi Kebangsaan

 Gali Cita-Cita Indonesia Raya 3 Stanza, Ketua Yayasan WR Supratman Budi Harry Inisiasi Lomba Puisi Kebangsaan

Ilustrasi AI 


Surabaya – Ketua Umum Yayasan Wage Rudolf Supratman, Budi Harry, secara resmi menginisiasi gelaran Lomba Baca Puisi Kebangsaan di Kota Surabaya. Kompetisi sastra ini dirancang khusus untuk membedah filosofi dan cita-cita luhur sang maestro yang tertuang di dalam lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya versi lengkap Tiga Stanza.
Program ini menjadi bagian utama dari rangkaian persiapan peringatan lustrum pertama (5 tahun) pelaksanaan upacara bendera di kompleks Makam Pahlawan Nasional WR Supratman, Jalan Kenjeran. Agenda sejarah ini digagas melalui sinergi intensif bersama ketua Baksos'e Suroboyo, Bambang Udi Ukoro, serta tokoh penggerak literasi kemasyarakatan, Bunda Tri.


Ketua Umum Yayasan WR Supratman, Budi Harry, menegaskan bahwa esensi utama lomba ini adalah mengembalikan pemahaman generasi muda terhadap visi besar WR Supratman pada tahun 1938–1939 menjelang wafatnya, yang kemudian menjadi fondasi bagi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Fokus materi perlombaan akan bertumpu pada lirik Tiga Stanza yang merupakan satu kesatuan napas manifesto perjuangan bangsa.
"Lagu Indonesia Raya bukan sekadar nyanyian seremonial, melainkan cetak biru masa depan bangsa yang dirumuskan oleh WR Supratman. Melalui lomba puisi ini, kami ingin generasi milenial dan generasi Z membedah lirik tersebut secara utuh, mulai dari Stanza I sebagai sumpah untuk bersatu, Stanza II sebagai doa agar tanah yang kaya ini diisi oleh rakyat yang cerdas, hingga Stanza III yang memuat janji setia menjaga Indonesia agar tetap suci, sakti, maju, dan abadi," jelas Budi Harry saat merumuskan konsep kegiatan di Surabaya.


Secara teknis, panitia mewajibkan para peserta untuk mendalami lirik Stanza III, khususnya pada bait “Indonesia tanah yang suci, tanah kita yang sakti... Marilah kita berjanji, Indonesia abadi.” Penggalan lirik tersebut dinilai memuat amanah paling berat bagi generasi penerus untuk memastikan kemerdekaan yang diraih pada tahun 1945 dapat dijaga keberlanjutannya di era modern.
Kompetisi ini akan menjaring partisipasi aktif dari kelompok pelajar SMA sederajat serta kategori mahasiswa dan umum se-Jawa Timur. Jajaran panitia menetapkan parameter penilaian yang ketat, meliputi kekuatan penghayatan karakter perjuangan tokoh, kejelasan artikulasi vokal bahasa Indonesia yang baku, serta kedalaman pemaknaan sejarah transisi tahun 1939 menuju 1945 dalam naskah puisi.
Seluruh prosesi puncak penyerahan penghargaan bagi pemenang lomba akan dilaksanakan secara luring di situs cagar budaya Rumah Wafat WR Supratman, Jalan Mangga, Tambaksari, usai pelaksanaan upacara bendera dan kegiatan napak tilas bersepeda bersama. Melalui integrasi seni sastra dan sejarah ini, Yayasan WR Supratman bersama Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen menumbuhkan kembali gairah (giroh) nasionalisme anak muda agar melek sejarah dan adaptif dalam menjaga kedaulatan bangsa. (*)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages