Perluas Opsi Kegiatan, BEM Unair Survei Kompleks Pendidikan dan Lingkungan Yayasan Avicenna Berkah
Surabaya — Langkah persiapan program pengabdian masyarakat "Aksara 2026" oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair) di Kelurahan Sukolilo Baru kian matang. Usai memaparkan program kerja pada malam sebelumnya, tim panitia langsung bergerak lincah melakukan survei lapangan ke kompleks Yayasan Avicenna Berkah pada Sabtu pagi (22/8/2026).
Peninjauan ini tidak hanya berfokus pada Taman Bacaan Masyarakat (TBM), melainkan juga menyisir kluster fasilitas sosial di sekitarnya. Fasilitas tersebut meliputi bank sampah, rumah ketahanan pangan, Kelompok Bermain Taman Asuh Anak Muslim (KB TAAM), hingga Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Avicenna. Langkah komprehensif ini diambil untuk menyusun rencana alternatif lokasi yang paling adaptif dan sesuai dengan kebutuhan rincian program yang akan digelar September mendatang.
Menyusuri lokasi kampung nelayan Sukolilo Baru
Ketua Pelaksana Aksara 2026, Yogi Saputra, menjelaskan bahwa kawasan integrasi Yayasan Avicenna Berkah ini menawarkan ekosistem yang sangat ideal bagi kelancaran lima pilar pengabdian mereka. Keberadaan kluster-kluster ini dinilai mampu mengakomodasi spesifikasi teknis berbagai mata acara agar tepat sasaran bagi tiap segmen usia warga Sukolilo Baru.
"Kami sangat bersyukur menemukan titik lokasi yang kaya akan fasilitas terpadu ini. Keberadaan bank sampah dan rumah ketahanan pangan di sekitar yayasan sangat cocok menjadi laboratorium utama untuk pilar lingkungan dan ekonomi, seperti sosialisasi rocket stove dan pembuatan pupuk. Sementara itu, KB TAAM dan TPQ Avicenna adalah tempat yang sangat representatif untuk menghidupkan pilar pendidikan lewat metode story telling ramah lingkungan kepada anak-anak usia dini," ujar Yogi di sela-sela survei peninjauan.
Didepan lokasi KB TAAM Dan TPQ AVICENNA
Melalui pemetaan menyeluruh di lokasi-lokasi tersebut, panitia dapat mengukur kapasitas daya tampung warga, merancang sirkulasi pergerakan massa agar tidak menumpuk, serta menyelaraskan aspek teknis dengan pengelola setempat. Integrasi lokasi ini diharapkan mampu memaksimalkan partisipasi aktif masyarakat mulai dari balita, remaja, hingga ibu-ibu pegiat lingkungan.
Seluruh data teknis, hasil pemetaan ruang, dan opsi pengalihan tempat dari hasil survei ini akan dirangkum secara mendalam oleh panitia. Opsi-opsi lokasi alternatif ini nantinya akan disodorkan dan diputuskan bersama tokoh masyarakat dalam forum Rembuk Warga Final yang dijadwalkan pada 3 September 2026 mendatang. (Bunda Tri)



No comments:
Post a Comment