BEM Unair Paparkan Grand Design "Aksara 2026" di Sukolilo Baru, Usung Tema Kampung Berdikari dan Soroti Isu Lingkungan Pantai
Paparan Aksara Unair 2026Surabaya — Pertemuan rembuk warga di RW 002 Kelurahan Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, berlanjut dengan agenda pemaparan cetak biru (grand design) program "Aksara 2026" (Airlangga Dekat Warga) oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair). Dalam pemaparan tersebut, panitia resmi mengumumkan tema utama kegiatan tahun ini, yaitu "Merangkai Potensi dan Mewujudkan Kampung Berdikari" dengan seloka (tagline) "Satu Langkah, Satu Aksara, Bersama Berdaya".
Koordinator Acara Aksara 2026, Tyas, menjelaskan bahwa program kerja pengabdian ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari yang terbagi dalam dua akhir pekan, yakni pada tanggal 18, 19, 20, 26, dan 27 September 2026. Rapat koordinasi perdana bersama warga dilakukan pada Jumat malam (21/8/2026), dan rencananya akan disusul oleh rembuk warga final pada 3 September 2026 mendatang.
Rangkaian acara akan dibuka pada Jumat malam, 18 September 2026, melalui opening ceremony (upacara pembukaan). Pihak panitia berniat menggandeng kantor kelurahan setempat dan mengundang Lurah Sukolilo Baru. Panitia juga mengajak anak-anak maupun warga desa untuk ikut unjuk bakat menampilkan kesenian pada malam pembukaan tersebut.
Pada hari kedua, Sabtu, 19 September 2026, panitia mengagendakan kunjungan edukatif luar ruangan (field trip) bagi 20 siswa SD kelas atas (kelas 4, 5, 6) atau siswa SMP ke pabrik es krim PT Campina Ice Cream Industry Tbk. tujuannya agar anak-anak pesisir dapat mempelajari proses produksi modern secara langsung. Pada hari yang sama, akan digelar pula sosialisasi kesehatan organ reproduksi bagi remaja SMP serta agenda "Sehat Bersama" berupa praktik kesehatan dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Surabaya. Malam harinya, warga akan diajak mencairkan suasana lewat wahana permainan "Akrab Bareng Warga" yang menyediakan berbagai hadiah menarik.
Hari ketiga, Minggu, 20 September 2026, akan berfokus pada pelayanan kesehatan dan ekonomi masyarakat. Agenda diawali dengan pemeriksaan kesehatan gratis (medical check-up) bagi warga lanjut usia (lansia). Selain itu, melalui program "Pesisir Berdaya", mahasiswa lintas fakultas akan memberikan inovasi pengolahan pangan berbasis ikan—seperti pembuatan kue kering (cookies) dan dimsum berbahan ikan—untuk melengkapi produk keripik ikan yang sudah menjadi ciri khas daerah setempat. Warga juga akan diberikan sosialisasi mengenai inovasi pengemasan, strategi pemasaran masuk kampus, serta edukasi pembayaran listrik secara digital.
Memasuki akhir pekan kedua, Sabtu, 26 September 2026, fokus beralih pada pengelolaan lingkungan di Kampung Pancasila. Anak-anak usia TK dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) akan diajak mengurangi sampah plastik melalui metode mendongeng (story telling) yang dilanjutkan dengan kegiatan menghias tas belanja kain (tote bag) serta melukis pot tanaman dari botol plastik bekas. Guna mengatasi persoalan sampah lingkungan, mahasiswa juga akan memperkenalkan instalasi rocket stove (tungku roket), yaitu alat pembakaran sampah inovatif yang didesain minim asap guna mencegah polusi udara sekitar.
Puncak acara pada hari kelima, Minggu, 27 September 2026, akan diawali dengan senam pagi sehat bersama dan pembagian kupon undian berhadiah (doorprize). Bersamaan dengan itu, akan digelar "Pasar Raya Airlangga Volume 2" yang menjual bahan pangan pokok (sembako) dengan subsidi setengah harga.
Wakil Ketua Panitia dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Unair, Sabrina, menambahkan bahwa pada malam penutupan, panitia akan menggelar panggung "Lentera Rakyat". Acara penutupan ini akan diisi dengan penampilan seni dari warga setempat, pertunjukan drama musikal, serta sebuah forum diskusi bertajuk "Pojok Literasi". Forum bertukar pikiran (sharing session) ini dirancang untuk mewadahi keluh kesah para nelayan terkait isu penurunan hasil laut dan pencemaran limbah muara yang diduga akibat dampak proyek Strategis Nasional (PSN) di kawasan pantai Sukolilo.
"Melalui Pojok Literasi ini, kami berusaha memfasilitasi harapan masyarakat RW 002. Kami berencana mengundang kalangan akademisi Unair hingga anggota DPRD Provinsi Jawa Timur atau DPRD Kota Surabaya agar dapat mendengar langsung keluhan warga secara langsung," pungkas Sabrina di akhir pemaparan. (Bunda Tri)


No comments:
Post a Comment