Rintis Solusi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus, Yayasan Avicenna Berkah Gagas PKBM Inklusi Terjangkau di Benowo Surabaya - KIM BAHARI SUKOLILO BARU

Breaking

Post Top Ad

25/08/2026

Rintis Solusi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus, Yayasan Avicenna Berkah Gagas PKBM Inklusi Terjangkau di Benowo Surabaya

Rintis Solusi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus, Yayasan Avicenna Berkah Gagas PKBM Inklusi Terjangkau di Benowo Surabaya
Koordinasi yang dilakukan bersama Ibu Nunuk 

Surabaya — Keterbatasan akses terhadap sekolah inklusi yang ramah kantong bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memicu lahirnya sebuah gerakan kepedulian di kawasan Surabaya Barat. Penggiat literasi sekaligus pendiri TBM Yayasan Avicenna Berkah, Bunda Tri, mengadakan pertemuan strategis bersama Ibu Nunuk (Dawiyah Nunuk) guna mematangkan rencana pendirian Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Inklusi setingkat Sekolah Dasar (SD) di Perumahan Dreamland, Pondok Benowo Indah, Surabaya, Selasa (25/8/2026) pagi.
Pertemuan penting yang bertepatan dengan hari libur nasional ini diawali dengan peninjauan langsung (cek lokasi) ke kediaman Ibu Nunuk guna memetakan kesiapan tata ruang (layouting) kelas ramah disabilitas. Langkah taktis ini diambil menyusul kegelisahan mendalam dari para orang tua ABK yang terjaring melalui hasil kuesioner dan survei lapangan yang dilakukan oleh Ibu Nunuk sebelumnya.
Berdasarkan hasil survei tersebut, mayoritas orang tua mengeluhkan minimnya pemahaman sekolah dasar negeri reguler terhadap karakteristik kebutuhan siswa ABK. Di sisi lain, sekolah inklusi swasta yang memiliki fasilitas memadai umumnya mematok biaya pendidikan yang sangat mahal dan sulit dijangkau masyarakat menengah ke bawah.
Merespons kondisi tersebut, Bunda Tri memberikan dukungan penuh dan merekomendasikan jalur PKBM atau homeschooling kelompok sebagai basis legalitas hukum awal. Jalur ini dinilai paling efektif dan fleksibel karena ijazah kelulusannya tetap diakui oleh negara melalui ujian kesetaraan Paket A, tanpa harus terbentur syarat administrasi luas lahan yang ketat seperti pada sekolah dasar formal swasta konvensional.
Sebagai langkah percontohan (pilot project), PKBM Inklusi ini direncanakan akan dibuka secara terbatas untuk rombongan belajar skala kecil yang menampung 1 hingga 10 anak didik. Untuk menjamin kualitas pembelajaran yang maksimal di tengah keterbatasan tempat, ruangan akan dioptimalkan dengan prinsip aksesibilitas, aspek keamanan fisik bebas sudut tajam, serta penyediaan fasilitas wajib berupa Ruang Tenang (Calm Down Room) guna mengatasi stimulasi berlebih atau tantrum pada anak.
Terkait skema pembiayaan operasional agar tetap murah dan terjangkau, Yayasan Avicenna Berkah menyarankan penerapan sistem subsidi silang antara kuota anak reguler dan anak inklusi ringan-sedang (seperti Slow Learner, ADHD, dan Autisme ringan). Selain itu, pengelola juga mengagendakan pelaksanaan Kelas Uji Coba (Trial Class) gratis dalam waktu dekat demi memvalidasi kesiapan sumber daya manusia (SDM) Guru Pendamping Khusus (GPK) serta menarik minat para orang tua di wilayah sekitar Pondok Benowo Indah. (Bunda Tri)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages