UMSurabaya Dorong Kemandirian Nelayan Sukolilo Baru melalui Pelatihan Diversifikasi, Branding, dan Digital Marketing - KIM BAHARI SUKOLILO BARU

Breaking

Post Top Ad

15/08/2026

UMSurabaya Dorong Kemandirian Nelayan Sukolilo Baru melalui Pelatihan Diversifikasi, Branding, dan Digital Marketing

UMSurabaya Dorong Kemandirian Nelayan Sukolilo Baru melalui Pelatihan Diversifikasi, Branding, dan Digital Marketing



Surabaya — Upaya meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat nelayan terus dilakukan melalui rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kampung Nelayan Sukolilo Baru, Surabaya. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Lembaga Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) tersebut menghadirkan sejumlah pelatihan, mulai dari diversifikasi produk hasil laut, pengemasan dan branding, sertifikasi halal dan PIRT/PIRN, hingga pemasaran digital.

Rangkaian kegiatan dipusatkan di TBM Yayasan Avicenna Berkah, Kampung Nelayan Sukolilo Baru, Surabaya. Program tersebut menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat nelayan melalui implementasi LENTERA (Lampu Energi Terbarukan), pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), diversifikasi produk hasil laut, serta digital marketing untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.

Kegiatan tidak hanya memberikan materi secara teoritis, tetapi juga memperlihatkan praktik dan contoh produk yang dapat dikembangkan dari hasil laut. Dokumentasi kegiatan menunjukkan peserta terlibat dalam proses pengenalan bahan dan produk olahan, termasuk sambal berbahan rebon serta berbagai bahan pendukung pengolahan.



Mengolah Hasil Laut Menjadi Produk Bernilai Tambah

Salah satu agenda dalam rangkaian kegiatan adalah Pelatihan Diversifikasi Produk Hasil Laut yang dilaksanakan pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Pelatihan ini diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai peluang mengembangkan hasil laut menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan bahan dan contoh produk olahan hasil laut. Salah satu produk yang dikembangkan adalah sambal rebon higienis. Pengembangan produk tersebut menjadi bagian dari upaya agar hasil laut tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta dan tim pelaksana terlihat membawa serta memperlihatkan produk olahan sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengenalan hasil kegiatan.

Pengemasan dan Branding Jadi Perhatian

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Pelatihan Pengemasan, Branding, Sertifikasi Halal, dan PIRT/PIRN pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya kemasan sebagai bagian dari identitas dan daya tarik sebuah produk. Melalui materi yang ditampilkan, peserta dikenalkan pada prinsip bahwa kemasan tidak sekadar berfungsi sebagai pembungkus, tetapi juga harus memperhatikan aspek bersih, aman, dan tertutup.

Aspek branding juga menjadi perhatian. Produk hasil laut yang telah diolah perlu memiliki identitas yang jelas agar lebih mudah dikenali oleh konsumen. Karena itu, pengemasan dan branding menjadi bagian penting dalam proses meningkatkan nilai jual produk masyarakat nelayan.

Selain itu, peserta mendapatkan pengenalan mengenai sertifikasi halal dan PIRT/PIRN sebagai bagian dari upaya mempersiapkan produk agar lebih memenuhi persyaratan untuk dipasarkan secara lebih luas.

Memperluas Pasar melalui Digital Marketing

Tidak berhenti pada proses produksi dan pengemasan, rangkaian PKM tersebut juga mencakup pelatihan dan pendampingan digital marketing, khususnya pemanfaatan media sosial dan marketplace.

Pelatihan digital marketing menjadi bagian penting karena perkembangan teknologi membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas. Media sosial dan marketplace dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi sekaligus pemasaran produk olahan hasil laut masyarakat Kampung Nelayan Sukolilo Baru.

Dalam surat undangan kegiatan, pelatihan digital marketing dijadwalkan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 16.00–17.30 WIB di TBM Avicenna Berkah, Sukolilo Baru, Surabaya.

Melibatkan Narasumber Sesuai Bidang Pelatihan

Rangkaian kegiatan menghadirkan narasumber sesuai dengan materi yang diberikan. Berdasarkan susunan narasumber dalam dokumen kegiatan, Hanif memberikan materi sosialisasi dan serah terima teknologi tepat guna (TTG) serta pelatihan K3 nelayan dan mitigasi risiko melaut pada malam hari.

Sementara itu, Bu Halimatus menjadi narasumber pada pelatihan dan pendampingan digital marketing, yang meliputi pemanfaatan media sosial dan marketplace.

Adapun Bu Meirna memberikan materi mengenai pengemasan, branding, sertifikasi halal, PIRT/PIRN, serta diversifikasi produk hasil laut berupa sambal rebon higienis.

Keterlibatan narasumber dengan bidang materi yang berbeda tersebut membuat program pemberdayaan tidak hanya berfokus pada satu aspek. Masyarakat mendapatkan pembekalan mulai dari keselamatan dalam bekerja sebagai nelayan, pemanfaatan teknologi tepat guna, pengolahan hasil laut, pengemasan, legalitas produk, hingga strategi pemasaran.

Dipimpin Tim PKM UMSurabaya

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Lembaga Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surabaya dalam program pemberdayaan nelayan melalui implementasi LENTERA, pelatihan K3, diversifikasi produk hasil laut, dan digital marketing.

Dalam surat undangan kegiatan, M. Hanifuddin Hakim, S.T., M.T. tercantum sebagai Ketua PKM sekaligus pihak yang menandatangani surat undangan kegiatan.

Pelaksanaan kegiatan di TBM Yayasan Avicenna Berkah, Kampung Nelayan Sukolilo Baru, juga menunjukkan adanya pemanfaatan ruang komunitas sebagai tempat belajar dan berbagi pengetahuan. Dokumentasi memperlihatkan kegiatan berlangsung dengan dukungan perangkat presentasi serta suasana belajar yang melibatkan peserta secara langsung.

Melalui rangkaian pelatihan tersebut, masyarakat nelayan Sukolilo Baru diharapkan memiliki kemampuan yang semakin kuat dalam mengembangkan potensi hasil laut. Mulai dari mengolah bahan menjadi produk bernilai tambah, membuat kemasan yang lebih menarik dan aman, memahami aspek legalitas, hingga memanfaatkan media digital untuk memperluas pemasaran.

Program tersebut sekaligus menjadi langkah kolaboratif perguruan tinggi bersama masyarakat dalam mendorong agar potensi hasil laut Kampung Nelayan Sukolilo Baru tidak berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi dapat berkembang menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah, identitas, dan peluang pasar yang lebih luas. (Bunda Tri)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages