DKPP Kota Surabaya Gelar Rembug Bersama, Perkuat Program Bantuan Ayam Ketapang Lewat Edukasi Budidaya Unggul - KIM BAHARI SUKOLILO BARU

Breaking

Post Top Ad

24/09/2026

DKPP Kota Surabaya Gelar Rembug Bersama, Perkuat Program Bantuan Ayam Ketapang Lewat Edukasi Budidaya Unggul

DKPP Kota Surabaya Gelar Rembug Bersama, Perkuat Program Bantuan Ayam Ketapang Lewat Edukasi Budidaya Unggul

Suasana di ruang rapat DKPP Kota Surabaya 

Surabaya — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya mengambil langkah strategis guna memperkuat ketahanan pangan lokal dengan menyelenggarakan rapat koordinasi "Rembug Bersama" pada Kamis, 24 September 2026. Acara yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB ini bertempat di Ruang Rapat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Jalan Pagesangan II No. 56, Surabaya.
Agenda utama pertemuan ini berfokus pada diskusi, Monitoring dan Evaluasi (MONEV), serta penguatan Program Bantuan Ayam (BAYAM KETAPANG). Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran penting sektor pertanian kota, termasuk Katimker Penyuluh Pertanian Kota Surabaya, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Sarana Pengembangan Pertanian Perkotaan dan Penyuluhan, serta para Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) bersama Tim Teknis dari 9 kecamatan, meliputi Kecamatan Sukolilo, Kenjeran, Wiyung, Karang Pilang, Sambikerep, Benowo, Bulak, Gubeng, dan Tenggilis Mejoyo.
Suasana rapat koordinasi di DKPP Kota Surabaya 

Kepala DKPP Kota Surabaya, Nanik Sukristina, S.KM., M.Kes., menegaskan pentingnya akurasi dan keberlanjutan dari program bantuan ini agar mampu menopang ekonomi keluarga di perkotaan secara jangka panjang.
“Melalui MONEV berkala dan Rembug Bersama ini, kami ingin memastikan Program Bantuan Ayam Ketapang benar-benar memberikan dampak nyata. Kami tidak hanya memberikan bantuan fisik berupa ayam, tetapi juga memastikan para PPL di 9 kecamatan dibekali ilmu budidaya yang matang agar bisa mengawal masyarakat penerima manfaat sampai berhasil dan mandiri,” ujar Nanik di sela-sela rapat koordinasi.
Bersamaan dengan kegiatan evaluasi kedinasan tersebut, penguatan kapasitas di tingkat tapak dilakukan dengan menghadirkan materi teknis aplikatif mengenai Budidaya Ayam Elba dan Ayam Maron oleh pakar peternakan, Sunaryo Hadi Warsito. Dalam paparannya, Sunaryo mengupas tuntas konsep "Segitiga Produksi" yang meliputi pengelolaan bibit, pakan berkualitas sesuai standar SNI, serta manajemen kandang yang ideal.
“Kunci sukses peternakan intensif berskala rumah tangga terletak pada efisiensi pakan dan pemilihan bibit unggul. Ayam Elba memiliki produktivitas telur yang sangat luar biasa tinggi, mencapai 250–300 butir per tahun, sedangkan Ayam Maron unggul dalam daya tahan tubuh dan karakteristiknya sangat identik dengan ayam kampung lokal. Jika PPL mampu mendampingi warga menerapkan standar SNI pemeliharaan ini, ketahanan pangan tingkat RT/RW akan kuat,” jelas Sunaryo Hadi Warsito saat memaparkan materi peternakan.
Dampak dari penguatan program ini pun langsung dirasakan di akar rumput. Sebagai bagian dari implementasi edukasi, anak-anak di wilayah binaan menyambut antusias program tersebut melalui kegiatan interaktif. Mereka berkumpul bersama dengan ceria di ruang TBM sembari mencermati pengenalan dasar peternakan dan mendapatkan paket bantuan pangan bergizi. Langkah ini diambil guna menumbuhkan rasa kepedulian terhadap ketahanan pangan keluarga sejak usia dini.
Melalui sinergi rembug bersama antara struktural dinas, tim teknis PPL di kecamatan, dan penyampaian ilmu budidaya modern ini, DKPP Kota Surabaya optimis Program Bantuan Ayam Ketapang dapat menekan angka kerentanan pangan perkotaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan pekarangan secara optimal. (Bunda Tri)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages