Reprocare Kenalkan Kesehatan Reproduksi kepada Siswa SMP Romly Tamim Surabaya - KIM BAHARI SUKOLILO BARU

Breaking

Post Top Ad

24/09/2026

Reprocare Kenalkan Kesehatan Reproduksi kepada Siswa SMP Romly Tamim Surabaya

Reprocare Kenalkan Kesehatan Reproduksi kepada Siswa SMP Romly Tamim Surabaya



Penulis: Arifia Abida Kamalia
Editor: Tri Eko Sulistiowati
Surabaya — Sejumlah siswa kelas VII SMP Romly Tamim Surabaya tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab setelah mendapatkan pemaparan materi mengenai kesehatan reproduksi. Beberapa siswa berebut mengajukan pertanyaan kepada pemateri, sementara panitia menyiapkan hadiah menarik bagi mereka yang berani angkat bicara. Suasana edukatif tersebut menjadi bagian dari program Reprocare yang sukses dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2026.
Reprocare merupakan kegiatan edukasi kesehatan reproduksi yang menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Airlangga Dekat Masyarakat Surabaya (AKSARA 2026). Kegiatan yang diikuti oleh 23 siswa kelas VII ini diinisiasi oleh Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM Universitas Airlangga di SMP Romly Tamim Surabaya.


Program Reprocare diselenggarakan untuk membekali para siswa yang mulai memasuki masa pubertas dengan pengetahuan esensial mengenai kesehatan reproduksi. Materi interaktif disampaikan oleh dua pemateri, Kayla dan Elly, yang mengupas tuntas tentang sistem reproduksi manusia, perubahan fisik dan emosional selama masa remaja, serta pentingnya menjaga kebersihan diri (personal hygiene).
Selain edukasi biologis, para siswa juga diberikan pemahaman mendalam mengenai batasan tubuh (body boundaries), cara melindungi diri dari sentuhan yang tidak aman (unsafe touch), hingga aspek keamanan data pribadi di dunia digital. Pengayaan materi ini bertujuan agar siswa mampu memahami fase transisi usia remaja mereka sekaligus tanggap mengambil tindakan preventif saat menghadapi situasi yang tidak nyaman.


Direktur Jenderal (Dirjen) Sosial Masyarakat BEM UNAIR, Muhammad Wahyu Ramadhani, menyampaikan bahwa Reprocare menjadi bentuk pengabdian nyata yang krusial diberikan sebagai pondasi awal sebelum siswa menerima materi yang lebih kompleks di jenjang pendidikan berikutnya.
“Reprocare yaitu pengenalan reproduksi, di mana nanti adik-adik pasti akan belajar ini di SMP dan SMA. Namun sebelum itu, alangkah baiknya kita mengetahui dan memahami terlebih dahulu, supaya nantinya kita paham dan bisa menjalankan itu semua,” ujar Wahyu sembari memotivasi para siswa untuk terus menjaga semangat belajar dan mengeksplorasi pengetahuan baru.
Apresiasi senada juga datang dari Kepala SMP Romly Tamim Surabaya, Alimatul Adibah. Ia menegaskan pentingnya literasi kesehatan reproduksi bagi anak usia remaja dan mendorong para anak didiknya untuk mengikis rasa tabu dalam belajar.
“Dengan adanya kakak-kakak mahasiswa ini yang memberi tahu, jangan malu untuk tahu mengenai pengetahuan reproduksi. Dengan mengetahui hal tersebut secara benar, tidak ada lagi hal yang tabu. Jadi, jangan malu untuk bertanya,” tegas Alimatul.
Pascapemaparan materi, dinamika ruang kelas semakin hidup dalam sesi diskusi kelompok. Keaktifan siswa dinilai sangat positif lewat berbagai pertanyaan kritis yang mereka layangkan kepada fasilitator. Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian tersebut, panitia membagikan reward atau hadiah langsung guna memicu stimulus keaktifan siswa sepanjang acara.
Melalui program Reprocare ini, para siswa diharapkan memiliki kompas pemahaman yang utuh mengenai kesehatan reproduksi dan regulasi emosi pascapubertas. Pengetahuan komprehensif ini diproyeksikan dapat membantu remaja awal di Surabaya dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sekaligus lebih berani mencari bantuan (help-seeking behavior) secara tepat dan aman. (*)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages