Haru dan Bangga Pengelola TBM Avicenna, Saksikan Totalitas Gerilya Pengabdian BEM UNAIR di Puncak AKSARA 2026 - KIM BAHARI SUKOLILO BARU

Breaking

Post Top Ad

27/09/2026

Haru dan Bangga Pengelola TBM Avicenna, Saksikan Totalitas Gerilya Pengabdian BEM UNAIR di Puncak AKSARA 2026

Haru dan Bangga Pengelola TBM Avicenna, Saksikan Totalitas Gerilya Pengabdian BEM UNAIR di Puncak AKSARA 2026
Suasana mengharu biru saat BEM UNAIR saling bergandengan merayakan kesuksesan Aksara 2026

Surabaya — Panggung Rakyat yang digelar di sepanjang jalan raya RW 002 Kelurahan Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, pada Minggu malam, 27 September 2026, resmi menandai berakhirnya seluruh rangkaian program pengabdian masyarakat Airlangga Dekat Masyarakat Surabaya (AKSARA 2026). Selama sepuluh hari penuh, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Yayasan Avicenna Berkah bertransformasi menjadi basecamp utama bagi puluhan mahasiswa BEM Universitas Airlangga (UNAIR) yang mendedikasikan tenaga mereka demi kemandirian Kampung Nelayan.
Sebagai pengelola TBM Yayasan Avicenna Berkah yang membersamai gerak langkah mereka dari terbit matahari hingga larut malam, ada rasa haru, bangga, sekaligus simpati mendalam yang membekas di dada. Saya menyaksikan sendiri bagaimana anak-anak muda ini beneran tidak bisa duduk tenang demi menggerakkan roda pengabdian di wilayah pesisir ini.
Rangkaian AKSARA 2026 sendiri dibuka pada 18 September 2026 melalui program pemberdayaan ekonomi "Pesisir Berdaya" dan edukasi kesehatan gigi "Sehat Senyum Pesisir". Esoknya, pada 19 September 2026, disusul oleh pelatihan hilirisasi produk laut "Fishinova" serta simulasi mitigasi kebencanaan "Visit Damkar". Dinamika pengabdian kian erat lewat malam keakraban "Funventure Night" pada 20 September 2026, penyuluhan kesehatan remaja "Reprocare" pada 23 September 2026, hingga pemeriksaan kesehatan gratis "Medical Check Up" serta aksi lingkungan "Paint and Plant" pada 26 September 2026. Seluruh program maraton tersebut mencapai puncaknya pada 27 September 2026 melalui gelaran "Fit and Fun", bazar sembako "Pasar Raya Airlangga", dan pesta rakyat penutup.
Bersama Wahyu dan Sahrul BEM UNAIR 

Malam telah larut dan riuh rendah suara Panggung Rakyat perlahan mulai mereda ketika jarum jam bergeser melewati batas waktu normal. Pintu rumah saya diketuk pelan. Di depan teras, berdiri rombongan perwakilan mahasiswa BEM UNAIR dengan wajah yang tampak lelah namun tetap menyunggingkan senyum tulus. Kedatangan mereka yang dipimpin langsung oleh Dirjen Sosial Masyarakat BEM UNAIR, Muhammad Wahyu Ramadhani, adalah untuk menyerahkan kembali kunci rumah singgah serta berpamitan secara resmi sebelum kembali ke rutinitas akademis kampus pada hari Senin.
"Maturnuwun sanget, Bunda Tri. Terima kasih banyak sudah mengizinkan TBM Avicenna menjadi basecamp kami, disterilkan untuk tempat koordinasi, bahkan sampai rumah Bunda direpotkan siang malam selama sepuluh hari ini. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya jika selama berkegiatan di RW 002 ada tingkah laku atau tutur kata kami yang kurang berkenan di hati warga," ujar Wahyu dengan nada suara bergetar menahan haru sambil mengulurkan kunci.
Saya menerima kunci tersebut dengan mata yang mulai berkaca-kaca, menatap satu per satu wajah anak-anak muda berhati emas di hadapan saya. Rasa lelah saya mendampingi mereka seketika menguap, digantikan rasa iba dan tak tega melihat perjuangan gerilya mereka yang tanpa mengeluh harus turun ke gang-gang kampung mencari peserta di setiap pergantian acara.
"Sami-sami, Nak Wahyu dan adik-adik mahasiswa semuanya. Bunda yang justru sangat berterima kasih. Masya Allah, Bunda saksinya sendiri betapa padat dan luar biasanya perjuangan kalian di sini dari jam tujuh pagi sampai tengah malam. Warga dan anak-anak di Kampung Nelayan Sukolilo Baru merasa sangat kehilangan besok pagi saat TBM kembali sepi. Pintu TBM Avicenna dan rumah Bunda akan selalu terbuka lebar untuk kalian semua kapan saja," tutur saya sembari melepas kepulangan mereka dengan pelukan hangat.
Dengan berakhirnya AKSARA 2026, langkah fisik para mahasiswa UNAIR kini memang telah kembali ke ruang-ruang kuliah yang megah. Namun, jejak kepedulian, transfer ilmu digital, tata cara kesehatan, hingga kebersamaan yang tulus yang telah mereka semai telanjur memahat cerita indah yang abadi di sanubari warga pesisir Sukolilo Baru. (*)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages