Menyulam Nilai-Nilai Luhur di Pesisir Sukolilo: Kala TBM Avicenna Menjadi Jantung Kampung Pancasila - KIM BAHARI SUKOLILO BARU

Breaking

Post Top Ad

29/09/2026

Menyulam Nilai-Nilai Luhur di Pesisir Sukolilo: Kala TBM Avicenna Menjadi Jantung Kampung Pancasila

Menyulam Nilai-Nilai Luhur di Pesisir Sukolilo: Kala TBM Avicenna Menjadi Jantung Kampung Pancasila


Surabaya — Mentari sore mulai condong ke barat, membiaskan semburat cahaya keemasan di atas atap Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Yayasan Avicenna Berkah [2]. Pesisir laut Sukolilo Baru sore itu tidak hanya dihiasi deru angin pantai, melainkan dipenuhi riuh rendah optimisme warga. Pada Senin sore, 28 September 2026, kawasan RW 002 Kelurahan Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, secara resmi menghadapi ujian kelayakan krusial: verifikasi lapangan dalam ajang bergengsi seleksi 800 RW Terbaik Lomba Kampung Pancasila Kota Surabaya 2026.
Seluruh penilaian dipusatkan di TBM Avicenna, yang sore itu menjelma sebagai jantung pertahanan nilai-nilai luhur ideologi bangsa. Sinergi gotong royong warga tampak nyata. Sejak pukul 15.00 WIB, lokasi telah dipadati oleh barisan Kader Surabaya Hebat (KSH), jajaran pengurus RT/RW, tim penggerak PKK, hingga jajaran staf aparatur sipil yang dipimpin langsung oleh Lurah Sukolilo Baru, Ibu Rukayah, S.M..


Kehadiran Tim Juri Verifikasi Lapangan tingkat kota—yang dikoordinasikan langsung di bawah kendali Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selaku Satgas Kampung Pancasila Kota Surabaya—sore itu disambut dengan unjuk inovasi yang bertumpu pada konsep Empat Pilar Kebangsaan dan kriteria Kampung Pancasila.
Menelusuri Lorong Pendidikan Non-Formal dan Kemandirian Pangan
Abah Hanafi, Ketua RW 002 menyambut dewan juri dengan memaparkan keunggulan pilar pertama, yakni tata sosial dan edukasi kemasyarakatan yang berakar kuat di TBM Avicenna melalui program unggulan Sinau Bareng. Program ini menjadi lokomotif utama pendidikan non-formal bagi anak-anak nelayan setempat untuk belajar adaptif di era digital.
Rombongan juri kemudian diajak melangkah menuju area pengelolaan lingkungan. Di sana, instalasi sistem Bank Sampah berpadu dengan inovasi alat masak ramah lingkungan berupa rocket stove. Teknologi ini memanfaatkan limbah domestik secara optimal guna menekan pengeluaran energi rumah tangga, sebuah manifestasi konkret dari pilar lingkungan dan ekonomi.
Petualangan verifikasi berlanjut ke area belakang, kawasan Rumah Ketahanan Pangan. Juri disuguhi hamparan tanaman sayur pekarangan yang hijau subur berdampingan dengan peternakan ayam potong dan petelur berskala mandiri setelah mengunjungi pos Siskamling RW 02.
"Luar biasa, integrasi antara pemanfaatan ruang TBM, bank sampah, dan ketahanan pangan di RW 002 ini menggambarkan bagaimana nilai Pancasila dipraktikkan secara nyata. Warga bergerak bersama, maju bareng, mandiri pangan," puji salah seorang dewan juri dari Satgas Kota saat meninjau langsung area peternakan ayam.


Catatan Evaluasi: Menyempurnakan Ekosistem Gotong Royong
Kendati memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kekompakan warga, dewan juri tetap memberikan catatan evaluasi yang kritis dan konstruktif untuk menyempurnakan aspek keberlanjutan lingkungan. Dialog interaktif pun mengalir hangat di sudut Rumah Ketahanan Pangan ketika juri menunjuk permukaan tanah pekarangan.
"Ibu Lurah dan jajaran pengurus RW, secara keseluruhan konsep integrasi ketahanan pangan dan pengelolaan limbah lewat rocket stove ini sudah sangat bagus. Namun, untuk memperkokoh Pilar Lingkungan secara komprehensif, resapan air di kawasan pesisir ini harus diperhatikan. Kami menyarankan untuk segera menambah titik-titik lubang biopori di sekitar area tanaman," instruksi perwakilan dewan juri dengan nada tegas namun membimbing.
Ibu Lurah Sukolilo Baru, Rukayah, S.M., dengan sigap mencatat poin tersebut sembari mengangguk hormat. "Siap, Bapak Dewan Juri. Catatan mengenai biopori akan segera kami eksekusi bersama warga melalui kerja bakti akhir pekan ini."
Tak hanya soal resapan air, juri lainnya juga memberikan sorotan tajam pada pengolahan sisa limbah organik dari Rumah Ketahanan Pangan dan kotoran ternak.
"Satu catatan lagi dari kami. Konsep ekonomi sirkular di kampung ini akan jauh lebih sempurna jika sisa sampah organik peternakan ayam diolah menggunakan budidaya magot (Black Soldier Fly). Magot tersebut nantinya bisa dipanen kembali menjadi pakan ayam alternatif berprotein tinggi, sehingga konsumsi pakan pabrikan bisa ditekan secara efisien," tambah juri tersebut.
Ketua RW 002 menyambut masukan itu dengan penuh antusias. "Apalagi kebetulan kami di TBM dan PKK sedang merancang program hilirisasi lingkungan, Pak. Masukan budidaya magot ini adalah jawaban tepat agar rantai pakan ternak di pekarangan kami bisa berputar mandiri dan tidak menyisakan bau limbah bagi tetangga."
Penjuriaan lapangan yang berlangsung hingga menjelang petang tersebut ditutup dengan komitmen bersama seluruh elemen warga. Catatan mengenai biopori dan integrasi magot tidak dipandang sebagai beban penilaian, melainkan sebagai peta jalan bagi RW 002 Sukolilo Baru untuk terus bertransformasi menjadi kampung yang bersih, sehat, hijau, berkelanjutan, serta membumikan nilai gotong royong Pancasila di tanah pesisir. (Bunda Tri)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages