Pesona Kota di Atas Awan: Jemaah Umrah Lantabur El Irsyad Nikmati Kereta Gantung dan Napak Tilas Perjuangan Rasulullah di Thaif - KIM BAHARI SUKOLILO BARU

Breaking

Post Top Ad

08/09/2026

Pesona Kota di Atas Awan: Jemaah Umrah Lantabur El Irsyad Nikmati Kereta Gantung dan Napak Tilas Perjuangan Rasulullah di Thaif

Pesona Kota di Atas Awan: Jemaah Umrah Lantabur El Irsyad Nikmati Kereta Gantung dan Napak Tilas Perjuangan Rasulullah di Thaif


THAIF – Perjalanan ziarah jemaah "Umrah Maulidurrosul 1448 H" dari travel Lantabur El Irsyad ke Kota Thaif pada Selasa (8/9/2026) menyuguhkan perpaduan emosi yang luar biasa. Di balik kesejukan udara pegunungan Asir, puluhan jemaah asal Surabaya ini diajak menyelami dua sensasi berbeda: takjub menyaksikan keindahan alam dari atas kereta gantung (cable car) dan haru saat melakukan napak tilas perjuangan dakwah Baginda Nabi Muhammad SAW.
Perjalanan sejauh kurang lebih 90 kilometer dari Kota Makkah ini terbayar lunas setibanya rombongan di wilayah pegunungan yang subur ini. Setelah melaksanakan khataman Al-Qur'an secara khusyuk di dalam bus sepanjang perjalanan, jemaah langsung disambut dengan pemandangan lanskap bebatuan megah dan perkebunan mawar yang menyegarkan mata.

Sensasi Menegangkan Naik Kereta Gantung Thaif

Keseruan jemaah pecah saat mereka mendatangi destinasi wisata kereta gantung Al-Hada. Wahana ikonik ini tercatat sebagai salah satu jalur kereta gantung terpanjang di Timur Tengah, yang menghubungkan puncak pegunungan Al-Hada dengan area lembah wisata di bawahnya.
Bagi jemaah yang berkesempatan menaikinya, berada di dalam gondola kaca yang bergerak perlahan membelah awan memberikan pengalaman yang memacu adrenalin sekaligus mengagumkan. Dari ketinggian ratusan meter, jemaah disuguhi pemandangan spektakuler berupa liukan jalan raya pegunungan yang meliuk-liuk tajam di bawah tebing curam. Pekikan takbir dan tahmid bersahutan di dalam gondola, mengagumi keagungan ciptaan Allah SWT dari atas ketinggian Kota Thaif.

Haru Biru Napak Tilas Perjuangan Rasulullah SAW

Usai disegarkan dengan rekreasi kereta gantung, suasana ziarah berubah menjadi penuh kekhusyukan dan tetesan air mata saat rombongan mulai melakukan napak tilas sejarah Islam di pusat kota. Jemaah dipandu mengunjungi Masjid Al-Ku' (Masjid Siku) dan Masjid Abdullah bin Abbas.
Di tempat-tempat inilah, pembimbing ibadah Ustadz Sholeh menceritakan kembali kisah memilukan saat Rasulullah SAW datang ke Thaif untuk mencari suaka dakwah, namun justru disambut dengan caci maki, pengusiran, hingga lemparan batu oleh penduduk lokal hingga kaki mulia beliau berdarah. Di Masjid Al-Ku', jemaah melihat situs sejarah tempat Rasulullah bersandar dan meluruskan sikunya setelah terluka dalam pelarian, didampingi oleh pelayannya, Zaid bin Haritsah.
Napak tilas ini memberikan tamparan spiritual yang mendalam bagi seluruh jemaah Lantabur El Irsyad. Mereka menyadari betapa mahalnya harga sebuah keimanan yang diperjuangkan Nabi, yang berbanding terbalik dengan kemudahan fasilitas yang dinikmati umat Islam saat ini. Doa-doa keselamatan dan selawat pun dilantunkan dengan suara bergetar di dalam masjid, mengirimkan kerinduan terdalam kepada Sang Nabi.

Kehangatan Kuliner Nasi Mandi dan Miqat Pulang

Menjelang sore, setelah lelah berwisata dan merenungi sejarah, jemaah dijamu dengan hidangan makan siang bersama berupa Nasi Mandi dengan lauk daging kambing dan ayam muda yang empuk di salah satu restoran lokal terbaik di Thaif. Kebersamaan di atas nampan besar ini sukses mencairkan suasana dan merekatkan rasa persaudaraan antarjemaah.
Sebelum bus pariwisata bertolak kembali membelah malam menuju Makkah, rombongan menyempatkan diri berburu buah-buahan segar seperti delima dan tin di pasar buah lokal, serta singgah di stasiun miqat Qarnul Manazil. Di sana, para jemaah putra kembali mengenakan kain ihram mereka untuk mengunci niat umrah paket kedua, membawa pulang sejuta kenangan indah serta pahala yang melimpah dari kota bersejarah, Thaif. ( Bunda Tri)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages