Sinergi Kendalikan Inflasi, Pemkot Surabaya Resmi Buka Kompetisi Urban Farming 2026 dan Dorong Integrasi Kampung Pancasila
Penamaan Cabai dan Bawang Merah secara simbolis menandai urban Farming Kita Surabaya dimulai
Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi membuka gelaran tahun kelima kompetisi pertanian perkotaan bergengsi melalui upacara peluncuran resmi Surabaya Urban Farming 2026 [4/9]. Peresmian ini dipimpin langsung oleh Asisten Administrasi Umum Kota Surabaya, Anna Fajriatin, AP., M.Si., MM., yang hadir mewakili Wali Kota Surabaya di Gedung Graha Sawunggaling Lantai 6, Surabaya, pada Jumat (4/9/2026).
Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, S.KM., M.Kes., seluruh jajaran Penyuluh Pertanian Lapang (PPL), serta perwakilan camat, lurah, dan pengurus RW peserta kompetisi.
Dalam sambutannya, Anna Fajriatin menyampaikan salam hormat dari Wali Kota Surabaya sekaligus menegaskan bahwa program kedaulatan pangan lokal ini sejalan dengan agenda prioritas nasional dari Presiden Republik Indonesia . Uniknya, pada pelaksanaan tahun ini, Pemkot Surabaya secara strategis mengintegrasikan kompetisi pertanian perkotaan dengan program ketahanan pangan di Kampung Pancasila.
Selamat Berkompetisi
"Lomba Kampung Pancasila ini wajib diikuti oleh 1.361 RW di Kota Surabaya untuk kategori pemula. Melalui ketetapan bismillahirrahmanirrahim, kompetisi Surabaya Urban Farming 2026 resmi dibuka. Jadikan momen kuat ini sebagai wadah dari kita untuk kita dalam melahirkan inovasi pertanian lokal, di mana aspek pemanfaatan lingkungan hidup di dalam profil Kampung Pancasila akan dinilai secara terintegrasi," tegas Anna Fajriatin yang kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit cabai rawit secara simbolis.
Sinergi pembangunan perkotaan ini turut didukung oleh sektor swasta dan korporasi pemangku kepentingan (stakeholder). Rizki Putra Kharisma, perwakilan dari PT Petrokimia Gresik, memaparkan bahwa pemanfaatan pekarangan, fasilitas umum, maupun lahan tidur perkotaan merupakan langkah riil untuk memitigasi fluktuasi harga komoditas pangan secara mandiri.
"Bagi kami, keterlibatan di ajang ini merupakan komitmen nyata perusahaan terhadap pemberdayaan masyarakat. Kami berharap kompetisi ini tidak sekadar diukur dari seberapa melimpah kuantitas hasil panen, melainkan bagaimana tata kelola budidaya terjalin dengan baik serta sejauh mana edukasi pertanian dapat dibagikan dan dirasakan kemanfaatannya bagi warga sekitar," urai Rizki dalam forum pengarahan tersebut.
Dukungan serupa mengalir dari mitra strategis kedua, yaitu perusahaan produsen benih sayuran terpadu nasional, PT East West Seed Indonesia (EWINDO) [4/9]. Hadir langsung memberikan paparan, Technical Product Development Senior Officer EWINDO, Zulkarnain Wahib, SST., menjelaskan komitmen perusahaan yang telah lebih dari 35 tahun menyediakan benih berkualitas di Indonesia [4/9]. Pada gelaran kali ini, fokus penyediaan benih diarahkan khusus pada varietas hortikultura pengendali inflasi utama daerah, yakni bawang merah dan tanaman cabai .
Acara berlangsung sangat interaktif dengan diawali pekikan yel-yel penyemangat dari ribuan kader pertanian se-Surabaya [4/9]. Upacara peluncuran ditutup secara khidmat melalui prosesi penanaman tanaman simbolis bersama oleh Asisten Administrasi Umum, Kepala DKPP Surabaya, serta perwakilan manajemen pimpinan EWINDO dan Petrokimia Gresik di atas panggung utama . (Bunda Tri)


No comments:
Post a Comment